SENSASI DAN PERSEPSI /LisanaSh
Makalah Psikologi Umum
“PERSEPSI DAN SENSASI
DISUSUN
OLEH :
Nurul
Suhaila
Iga
Dara Fonna
Adinda
Pitaloka
PROGRAM
STUDI PSIKOLOGI
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
segala rahmat dan hidayah-Nya serta kesehatan dan kesempatan kepada penulis
serta mampu menyelesaikan tugas makalah Psikologi Umum dengan judul “SENSASI
DAN PERSEPSI” sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Psikologi Umum
serta semua anggota kelompok yang telah bekerja keras dalam proses penyelesaian
makalah ini dan juga kepada pihak-pihak yang telah memberikan saran dan arahan
penulis dalam penyusunan makalah ini.
Makalah
ini sangat jauh dari kesempurnaan, mengingat referensi yang kami dapatkan masih
sangat terbatas. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini dimasa mendatang.
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………
i
DAFTARISI………………………………………………………………………...
ii
BAB I
PENDAHULUAN……………………………………………………………. 1
1.1
Latar Belakang…………………………………………………………… 1
1.2
Rumusan Masalah………………………………………………………… 1
1.3.Tujuan………………………………………………………...…………...
1
BAB
II TINJAUAN MATERI……………………………………………………… 2
2.1 Proses dan Tujuan
Sensasi dan Persepsi……………………………………2
2.2 Tujuan Persepsi dan
Sensasi……………………….…………………….3
BAB
III PENUTUP………………………………………………...………………..12
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………….12
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………...….. 13
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sensasi
adalah proses menangkap stimulus dan tahap paling awal dalam penerimaan
informasi sedangkan persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi
sehingga manusia memperoleh pengetahuan
baru. Dengan kata lain persepsi mengubah sensasi menjadi informasi.
Peneliti
sensasi dan persepsi menggambarkan cakupan spesialisasi yang luas meliputi
studi tentang struktur, fungsi, dan penyakit mata. Ilmu tentang pendengaran,
neurologi atau ilmu saraf. Untuk memahami sensasi dan persepsi diperlukan
pemahaman fisik dari objek cahaya. Pendekatan psikologis terhadap proses-proses
ini memerlukan pemahaman mengenai
persepsi fisik dan fungsi organ indra,
serta penerapannya ke dalam pengalamannya yang dilakukan di otak.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan Sensasi dan Persepsi?
2. Apa
tujuan dari Sensasi dan Persepsi?
3. Apa
yang dimaksud dengan sistem visual?
4. Apa
itu sistem Auditori?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui
pengertian dari Sensasi dan Persepsi
2. Mengetahui
tujuan dari Sensasi dan Persepsi
3. Mengetahui
tentang sistem visual
4. Mengetahui
tentang sistem Auditori
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 SENSASI
Sensasi
adalah proses penerima energy stimulus dari lingkungan eksternal dan mengubah
energy tersebut menjadi energy neural. Sel reseptor khusus dalam organ indra
mata,telinga,kulit,hidung dan lidah mendeteksi energi fisik,seperti
cahaya,suara,dan panas. Ketika sel reseptor menangkap stimulus, energi yang
ditangkap diubah ke dalam impuls elektrokimia atau potensial aksi yang
meneruskan informasi stimulus tersebut melalui sistem saraf menuju otak
(Harris&Attwell,2012). Ketika mencapai otak, informasi tersebut bergerak ke
area yang sesuai kedalam korteks serebelum (Swaminathan & Freedman). Otak
memberikan makna untuk sensasi melalui persepsi.
2.2
PERSEPSI
Persepsi adalah proses
mengorganisasikan dan menginterpresentasikan informasi sensoris agar
informasi tersebut mejadi bermakna. Sel reseptor di mana kita merekam
–mendekteksi-benda kecil berwarna perak di langit,namun mata kita tidak
“melihat” pesawat jet. Mengenali bahwa benda kecil berwana perak tersebut
sebagai pesawat jet adalah persepsi. Sensasi dan persepsi terlihat seperti
proses yang sama ketika kita menjalani kehidupan, namun sensasi merjuk pada
bahan mentah dari pengalaman(energi yang membentuk dunia), sedangkan pesepsi
merupakan pengalaman itu sendiri (hal yang dilakukan oleh otak terhadap bahan
mentah yang ada).
PEMROSESAN
BOTTOM-UP DAN TOP-DOWN
Psikolog
membedakan antara pemrosesan bottom-up dan top-down dalam sensasi dan persepsi (Waszak,Phster,&Kiesel,2013).
Pada pemrosesan botton-up, reseptor sensoris menangkap informasi mengenai
lingkungan eksternal dan mnegirimkannya ke otak untuk interprestasi. Pemrosesan
bottom-up berrati mengambil informasi tersebu t (Andersen, Muller, Martinovic, 2012;
McMains&Kastner, 2011). Sebaliknya, pemrosesan top-down dimulai dengan
pemrosesan kognitif di dalam otak. Pada pemrosesan top-down kita memulai dengan
beberapa pemahaman mengenai hal yang sedang terjadi (hasil dari pengalaman
kita) dan menerapkan kerangka pikir tersebut untuk informasi yang masuk dari
dunia luar (Song, Tian,& Liu 2012; van Gaal &Lamme,2011).Pemrosesan
bottom-up dan top-down bekerja sama dalam sensasi dan persepsi untuk
memungkinkan kita memersepsikan sesuatu secara tepat dan sesuai(K. Mayer,201).
Misalnya, secara otomatis telinga kita hanya memberikan infomasi tentang suara.
Hanya jika kita memerhatikan hal yang didengar oleh telinga(pemrosesan
bottom-up) dan hal yang diinterpresentasikanoleh otak(pemrosesan top-down) kita
dapat sepenuhnya memahami persepsi suara. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari,
kedua proses sensasi dan persepsi tersebut tidak dapat dipisahkan. Untuk alasan
ini, mayoritas psikolog menyebut sensasi dan persepsi sebagai sistem pemrosesan
informasi yang terpadu(Goldstein,2014).
TUJUAN
SENSASI DAN PERSEPSI
Tujuan dari sensasi dan
persepsi adalah adaptasi yang meningkatkan kesempatan spesies untuk bertahan
hidup. Organisme harus mampu merasakan dan merespon secara cepat dan akurat
atas kejadian dilingkungan mareka, seperti mendekatnya predator,keberadaan
mangsa,atau kemunculan calon pasangan. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan
jika kebanyakan hewan dari ikan emas hingga gorila dan manusia memiliki mata
dan telinga, serta sensitivitas terhadap sentuhan dan zat kimia(bau dan rasa)
(Moss&carr,2013). Lagi pula, perbandingan secara seksama sistem sensoris
pada hewan mengungkapkan bahwa setiap spesies beradaptasi secara sempurna
terhadap habitat tempat mareka tumbuh (Hoefnagels,2012). Hewan, terutama predator,
secara umum memiliki mata dibagian depan wajahnya sehingga dapat mengawasi
mangsa secara akurat. Sebaliknya, hewan yang leboh sering menjadi makanan hewan
lain memiliki mata pada bagian samping kepala, untuk memberikan pandangan yang
lebih luas terhadap lingkungannya. Contoh kaitan antara kebutuhan hewan untuk
bertahan hidup dan organ indra yang dimilikinya seperti hiu sangat bergantung
pada indra penciuman, dengan dua pertiga dari otak hiu bertugas untuk fungsi
penciuman.
RESEPTOR
SENSORIS DARI OTAK
Reseptor sensoris yaitu sel khusus yang
mendeteksi informasi stimulus dan mengalirkannya ke sarafsensoris(aferen)
dan otak. Saraf arefen membawa informasi ke
otak dari dunia luar. Reseptor sensoris adalah pembuka tempat otak dan sistem
saraf mengalami berbagai pengalaman dunia
luar.
Gambar
4.3 memperlihatkan aliran informasi dari lingkungan menuju otak.
Reseptor
sensoris mengambil informasi dari lingkingan dan menciptakan tegangan listrik
lokal. Reseptor ini memicu terjadinya potensial aksi pada neuron sensoris, yang
membawa informasi tersebut ke sistem saraf pusat. Tentu saja, stimulus
dilingkingan berbeda-beda intensitasnya. Misalnya, cahay lilin lebih redup dibandingkan dengan cahaya lampu sorot.
Bagaimana
neuron sensoris mengomunikasikan perbedaan intensitas ini ke otak? Oleh karena
itu neuron sensoris (seperti neuron lain) mengikuti prinsip semua atau tidak
sama sekali., seperti dibahas dalam bab 3 intensitas stimulus, seperti cahaya
lilin versus lampu sorot, tidak dapat dikomunikasikan ke otak dengan mengubah
kekuatan potensial aksi yang terjadi. Kekuatan tersebut tetap sama tidak
tergantung pada intensitas stimulus. Sebagai gantinya, reseptor memvariasikan
frekuensi potensial aksi yang dikirimkan ke otak. Jadi, jika stimulus sangat
kuat, seperti matahari yang bersinar sangat terang, neuron akan menembak lebih
sering untuk memberitahukan pada otak bahwa sinar tersebut, sangat, sangat
terang. Selain frekuensi, potensial aksi seluruh saraf sensoris memiliki
kemiripan. Kesamaan ini menimbulkan pertanyaan: Bagaimana hewan dapat
membedakan antara penglihatan,suara,bau,rasa,dan sentuhan? Jawabannya reseptor
sensoris bersifat selektif dan memiliki jalur energy tertentu misalnya, energi
cahaya,getaran suara,atau energy kimia dan mengubahnya menjadi potensial aksi.
Sensasi melibatkan proses
mendekteksi dan mengalirkan informasi tentang berbagai jenis
energi(Sherwood,2013). Organ indra dan reseptor sensoris terbagi ke dalam
beberapa kelas utama berdasarkan jenis yang dideteksi,seperti:
Photoreception:
mendeteksi cahaya,dipersepsikan sebagai penglihatan
Mechanoreception:
mendeteksi tekanan,getaran,dan penggerakan,dipersepsikan sebagai sentuhan,
pendengaran,dan keseimbangan.
Chemoreception:
mendeteksi stimulus kimia, dipersepsikan sebagai bau dan rasa.
Setiap proses tersebut menjadi
bagian dari kelas reseptor dan proses otak tertentu. Namun, terdapat kasus yang
jarang terjadi, ketika indra dapat dibingungkan oleh stimulus. Istilah
sinestesia menggambarkan pengalaman ketika suatu indra (misalnya, penglihatan)
memengaruhi pengalaman di indra yang lain (misalnya, pendengaran) (
Simner,2012a, 2012b; White & aimola Davies,2012). Misalnya, individu
dapat”melihat” musik atau “merasakan” warna. Seorang wanita mampu merasakan
suara sehingga satu penggalan musik, baginya, terasa seperti ikan tuna
(Beeli,Esslen,&Jancke,2005). Ahli saraf mempelajari dasar neurologis dari
sinestesia, terutama terkait dengan hubungan antara berbagai area sensoris dan
korteks serebelum (Chiou,Stelter,&Rich,2013;Neufeld
dkk,2012;Niccolai,Wascher,&stoerig,2012).
AMBANG
Setiap sistem sensoris
harus dapat mendeteksi berbgagai tingkat energy dalam bentuk stimulasi
cahaya,suara,zat kimia, atau mekanik. Seberapa besar stimulus yang diperlukan bagi
anda untuk melihat, mendengar, mengecap, mencium, atau merasakan sesuatu?
Berapa jumlah stimulasi kecil yang akan dapat dideteksi?
AMBANG
MUTLAK
Salah satu cara untuk
mengetahui batas terendah persepsi adalah dengan mengasumsikan bahwa terdapat ambang
mutlak, atau jumlah minuman stimulus energy yang dapat dideteksi individu.
Ketika energy stimulus di bawah ambang mutlak ini, kita tidak akan dapat
mendeteksi keberadaanny; ketika energy stimulus tersebut meningkat diatas
ambang mutlak, kita dapat mendeteksi bahwa stimulus tersebut
(Lim,Kyung,&Kwon,2012). Untuk mengukur ambang mutlak, psikolog sepakat memutuskan untuk menggunakan
kriteria pendeteksian stimulus 50% dari keseluruhan waktu. Dalam grafik ini,
ambang mutlak individu untuk mendeteksi jam yang berdetik adalah pada jarak 20
kaki. Setiap individu memiliki ambang yang berbeda. Beberapa individu memiliki
pendengaran yang lebih baik dibandingkan oranglain, dan beberapa individu
memiliki penglihatan yang lebih bail. (gambar 4.5 disini)
Gambar
tersebut menunjukkan rata-rata ambang mutlak yang kelima indra kita. Pada
kondisi ideal, indra kita memiliki ambang mutlak yang sangat rendah sehingga
kita dapat dengan sangat baik mendeteksi energi
stimulus yang sangat kecil sekalipun. Anda mungkin terkejut ketika
mengetahui bahwa mata manusia dapat eluhat cahaya lilin dalam jarak 30 mil di
kegelapan malam.
Ambang
perbedaan
Psikolog juga meneliti
tingkat perbedaan yang harus ada antara dua stimulus sebelum perbedaan tersebut
terdeteksi. Ini yang disebut dengan ambang perbedaan, atau perbedaan yang
tampak. Seniman mungkin dapat mendeteksi perbedaan antara dua gradasi warna
yang mirip. Ambang perbedaan merupakan perbedaan kecil dalam stimulasi yang
diperlukan untuk membedakan satu stimulus dengan stimulus yang lain sebanyak 50
persen dari keseluruhan waktu.
Apa hal yang menentukan apakah kita
dapat mendeteksi perbedaan atas dua
stimulus ? Ambang perbedaan meningkat ketika stimulus siperkuat. Hal ini
berarti bahwa stimulus terendah,perubahan kecil dapat dideteksi, namun pada
tingkat yang sangat tinggi perubahan kecil tidak akan terlalu terlihat. Hokum
weber adalah prinsip bahwa dua stimulus harus berbeda dalam proporsi yang
konstan untuk dapat dipandang sebagai sesuatu yang berbeda. Misalnya, kita
menambahkan satu lilin ke 20 lilin dan melihat perbedaan atas terangnya cahaya
yang dihasilkan oleh lilin tersebut. Hokum weber secara umum dipandang
benar(Mohring, Libertus,& Bertin,2012).
PERSEPSI
SUBLIMINAL
Persepsi subliminal
merujuk pada pendeteksian informasi di bawah tingkat kesadaran. Berbagai
penelitian memperlihatkan bahwa otak merespons informasi yang ditampilkan di
bawah ambang sadar, dan informasi ini dapat memengaruhi perilaku (Dupoux, de
Gardelle, & Kouider,2008; Radel, Sarrazin, & Pelletier, 2009; Tsushima,
Sasaki,& Watanabe, 2006). Dalam sebuah penelitian, peneliti secara acak
meminta partisipasi yang hadir dalam penelitian untuk tidak minum apa pun
setidaknya 3 jam sebelum penelitian dimulai (Strahan, Spencer, & Zanna,
2002). Partisipasi tersebut diperlihatkan kata-kata yang terkait dengan
perasaan haus (seperti menang dan bajak laut) melalui layar computer secara
tepat selama 16 milidetik ketika mareka melakukan tugas yang tidak berhubungan
dengan hal ini, tidak ada satu
partisipasi pun yang melapor bahwa mareka benar-benar melihat bahwa kata yang
ditampilkan secara tepat tersebut.
TEORI
PENDETEKSIAN SINYAL
Teori pendeteksian
sinyal berfokus pada pengambilan keputusan tentang stimulus pada kondisi yang
tidak pasti. Pada teori pendeteksian sinyal, pendeteksian stimulus sensoris
didasarkan pada berbagai faktor selain intensitas fisik stimulus yang
bersangkutan dan kemampuan sensoris pengaman (Haase & Fisk, 2011; Lim &
Merfeld,2012). Faktor-faktor ini meliputi variasi individual dan kontekstual,
seperti tingkat kelelahan, ekspektasi, dan urgensi dari kejadian tersebut.
Untuk memahami cara kerja teori pendeteksian sinyal, perhatikan skenario
berikut. Sepupu anda akan menikah minggu depan, dan anda mencari pasangan untuk
menemani anda untuk mengahadiri pernikahan tersebut. Proses pengambilan
keputusan dalam teori pendeteksian sinyal memiliki dua kompenen : perolehan
informasi dan kriteria. Porelehan informasi merujuk pada pengumpulan
indikator-indikator yang relevan. Kriteria merujuk pada standar yang akan
digunakan untuk membuat keputusan . komponen kriteria teori pendeteksian sinyal
adalah dasar untuk membuat penilaian atas informasi yang tersedia. Kriteria
adalah pengukuran dari pengambil keputusan terhadap berbagai kemungkinan yang
ada dalam setiap hasil yang mungkin muncul. Hal yang terpenting adalah teori pendeteksian sinyal membantu kita
mempertimbangkan kesalahan yang mungkin dibuat ketika individu memersepsikan
sesuatu serta alasan dibalik kesalahan tersebut. (Chaudhuri & Merfeld,2013).
Mengenali
stimulus sensoris
Seperti yang baru saja
kita lihat, persepsi terhadap stimulus dipengaruhi oleh leboh dari sekadar
karakteristik lingkungan stimulus itu sendiri. Dua faktor penting dalam
pengenalan atau pengidentifikasian stimulus sensoris adalah atensi dan
perangkat persepsi.
ATENSI
Atensi adalah proses
memfokuskan kesiagaan pada aspek lingkungan yang dipersempit. Atensi tidak hanya
bersifat selektif namun juga dapat diubah/dialihkan. Misalnya, anda mungkin
memerhatikan kuliah yang diberikan oleh dosen anda, namun jika seorang teman
yang duduk disebelah anda mulai mengirimkan pesan, anda mungkin berusaha untuk
melihatnya. Fakta bahwa kita dapat secara selektif memerhatikan suatu stimulus
dan dengan mudah teralihkan ke stimulus lain mengindikasikan bahwa kita dapat
memonitor beberapa hal sekaligus. Seain itu, stimulis emosional dapat
memengaruhi atensi dan juga persepsi (Stewart dkk,2010). Pada kasus stimulus
emosional, proses yang terjadi adalah sebagai berikut. Stimulus yang memiliki
nilai emosional, seperti kata terluka, menarik perhatian kita. Sebagai
hasilnya, kita sering kali lebih cepat dan tepat dalam mengindentifikasi stimulus
emosional dibandingkan stimulus yang
bersifat netral. Keuntungan stimulus
emosional ini dapat menjadi beban bagi stimulus lain yang kita alami.
Istilah kebutaan karena
emosi (emosion-induced blindness)
merujuk pada fakta bahwa ketika kita menghadapi stimulus yang mengandung unsur emosional,
kita sering kali gagal mengindentifikasi stimulus yang muncul segera setelah
stimulus emosional tersebut muncul (Bocanegra & Zeelenberg, 2009; Kennedy
& Most,2012; Wang, Kennedy & Most,2012). Bayangkan anda sedang menyetir
dijalan raya, dan ambulan dengan sirene menyala melewati anda. Anda mungkin
tidak memerhatikan mobil lain di sekeliling anda atau rambu lalu lintas karena anda
berfokus pada ambulan tersebut. Kadang, terutama ketika atensi kita
berfokus pada sesuatu, kita melewatkan stimukus yang paling menarik sekalipun .
PERANGKAT
PERSEPSI
Psikolog menyebut
kecenderungan atau kesiapan untuk melihat sesuatu dengan cara tertentu sebagai
perangkat persepsi. Perangkat persepsi, yang menggunakan pengaruh top-down pada
persepsi, bertindak sebagai filter psikologis dalam pemrosesan informasi
tentang lingkungan ( Fei-Fei dkk,2007).
ADAPTASI
SENSORIS
Setelah mematikan lampu
kamar tidur dimalam hari, anda akan berjalan mengililingi kamar menuju tempat
tidur anda dengan meraba-raba karena anda tidak melihat benda-benda
disekeliling anda. Secara bertahap, benda-benda tersebut akan mulai terlihat
dan semakin jelas terlihat. Kemampuan sistem visual untuk menyesuaikan diri
dengan kaamr yang telah digelapkan adalah salah satu contoh adaptasi sensoris.
Perubahan responsivitas sistem sensoris berdasarkan tingkat rata-rata stimulasi
di sekitarnya (Iglesias,2012;Elliott).
SISTEM
VISUAL
Ketika Michael May dari
Davis, California, berusia 3 tahun, sebuah kecelakaan membuat penglihatannya
rusak, dengan hanya menyisakan satu kemampuan untuk melihat perbedaan antara
siang dan malam. Ia melanjutkan hidup dan menjadi kaya, menikah, dan memiliki
anak, serta membangun perusahaan yang sukses, bahkan menjadi pemain ski yang
handal. Dua puluh lima tahun lalu sebelum dokter melakukan transplantasi sel
batang ke mata kanan May, prosedur yang dapat memberikan pandangan parsial
kepadanya (Kurson,2007). May sekarang dapat melihat mata sebelah kanannya
kembali berfungsi dan ia dapat membedakan warna serta dapat hidup tanpa
menggunakan tongkat atau bergantung pada anjing penuntunnya. Namun, pengalaman
visual yang dimiliki may tetap tidak biasa,
ia melihat dunia seolah merupakan lukisan abstrak . pengalaman may
menunjukkan hubungan yang sangat erat antara otak dan indra dalam menghasilkan
persepsi. Penglihatan adalah proses kompleks yang melibatkan interpretasi
informasi visual yang dilakukan oleh otak yang dikirimkan oleh mata.
STIMULUS
VISUAL DAN MATA
Ketika anda melihat
warna yang begitu indah saat musim gugur, hal yang sebenarnya di respons oleh
mata dan otak anda adalah perbedaan pada cahaya yang dipantulkan dari daun-daun
yang memiliki beragam warna. Kemampuan kita untuk mendeteksi stimulus visual
tergantung pada sensitivitas mata kita terhadap perbedaan cahaya.
CAHAYA
Cahaya adalah bentuk
energi elektromagnetik yang dapat digambarkan dengan istilah panjang gelombang.
Cahaya mengalir melalui ruang dalam bentuk gelombang, panjang gelombang cahaya
adalah jarak dari puncak salah satu gelombang dengan puncak berikutnya. Panjang
gelombang cahaya yang dapat dilihat bergerak antara sekitar 400 hingga 700
nanometer (nanometer adalah 1 miliar meter dan disingkat nm). Panjang gelombang
cahaya yang direfleksikan dari stimulus menentukan corak dan warna.
STRUKTUR
MATA
Mata,
seperti sebuah kamera, dibentuk untuk mendapatka gambar terbaik dunia,. Gambar
ang bagus adalah gambar yang fokus, tidak terlalu gelap atau terang.
Masing-masing strktur mata memainkan peran penting pada proses ini. Jika anda
melihat mata anda dicermin, anda akan melihat tiga bagian sklera,iris,dan
pupil. Sklera adalah bagian luar mata yang berwarna putih yang membantu
mempertahakan bentuk mata dan melindunginya dari cedera. Iris adalah bagian
berwarna dari mata, yang mungkin dapat berwarna biru muda pada satu individu
atau berwarna coklat gelap pada individu lain. Pupil, yang terlihat hitam,
adalah pembuka pada pusat iris. Iris mengandung otot-otot yang mengontrol
ukuran pupil, dan oleh karena itu,mengatur banyaknya cahaya yang masuk kemata.
Untuk mendapatkan gambar yang bagus, mata harus mampu menyesuaikan jumlah
cahaya yang masuk. Dalam hal ini, pupil berfungsi layaknya lubang bidik pada
kamera, membuka jika diperlukan lebih
banyak cahaya dan menutup diperlukan lebih sedikit cahaya yang masuk.
Dua
struktrur yang menghasilkan fokus pada gambar; kornea, membran tipis tepat didepan
mata, dan lensa, struktur transparan yang fleksibel dan mirip dengan cakram
yang berisi material seperti agar-agar. Fungsi kedua struktur ini adalah
mengikat cahaya yang jatuh kepermukaan mata secukupnya agar dapat
memfokuskannya ke bagian belakang mata. Permukaan molengkung pada kornea
melakukan mayoritas aktivitas pengikatan ini, sementara lensa memperbaiki
tangkapan kesan atas benda tersebut. Tanpa kemampuan lensa untuk mengubah
kelengkungannya, mata akan mengalami kesulitan fokus pada objek yang terletak
dekat dengan mata, seperti buku bacaan. Seiring pertambahnya usia, lensa
kehilangan fleksibilitasnya sehingga kemampuannya untuk berubah dari bentuk
normal yang datar ke bentuk yang lebih bulat agar dapat berfokus menangkap
benda yang berjarak dekat juga berkurang. Inilah sebabnya banyak individu yang
memiliki penglihatan normal pada masa muda memerlukan kacamata baca ketika
mareka lanjut usia. Bagian mata yang telah kita pelajari sejauh ini bekerja
secara bersama-sama untuk memberikan gambar yang paling jernih tentang dunia.
Sama hal nya dengan kamera, pada bagian belakang mata terdapat”film” dari mata,
yaitu retina, yang terdiri dari
beberapa lapisan, dengan permukaan yang sensitive terhadap cahaya yang bertugas
mencatat atau merekam energi elektromagnetik serta mengubahnya menjadi impuls
neural untuk diproses didalam otak. Analogi antara retina dan film ini terus
berlaku hingga saat ini. Retina sangat kompleks dan didesain secara khsusus.
Bagian ini berperan dalam mekanisme utama penglihatan. Bahkan, setelah
penelitian intens selama sepuluh tahun
lamanya, kehebatan struktur ini masih belum dipahami sepenuhnya (Collin
dkk,2012; Herberstein & Kemp,2012).
Retina
manusia memiliki sekitar 126 juta sel reseptor. Sel reseptor mengubah energi
elektromagnetik cahaya ke dalam bentuk energi yang dapat diproses oleh sistem
saraf. Terdapat dua jenis sel reseptor visual; sel batang dan sel kerucut. Sel
pada permukaan retina. Sel batang adalah reseptor pada retina yang sensitif
terhadap cahaya,namun tidak terlalu berguna untuk penglihatan warna. Sel
kerucut adalah reseptor yang kita gunakan untuk memersepsikan warna. Seperti
sel batang, sel kerucut ini sensitif terhadap cahaya.
Bagian terpenting dari retina adalah fovea,
area kecil pada pusat retina tempat penglihatan berada pada kondisi terbaik.
Fovea hanya memiliki sel kerucut dan penting untuk berbagai tugas visual.
PEMROSESAN
VISUAL DALAM OTAK
Mata barulah awal dari
persepsi visual. Langkah berikitnya terjadi ketika impuls neural yang
dihasilkan dalam retina disampaikan ke otak untuk analisis dan integrasi
(Teismann dkk,2012). Saraf optic meninggalkan mata, membawa informasi mengenai
cahaya ke otak. Cahaya bergerak dalam garis lurus; dengan demikian, stimulus
pada area visual kiri tertangkap pada belahan kanan retina di kedua mata, dan stimulus pada area visual sebelah kanan
tertangkap pada belahan kiri retina di kedua mata
Gambar 4.16
KORTEKS
VISUAL
Korteks visual,
terdapat dalam lobus oksipital pada bagian belakang otak, adalah bagian dari
korteks serebrum yang terlibat dalam penglihatan. Mayoritas informasi visual
bergerak ke korteks visual utama, tempat informasi tersebut diproses, sebelum
berpindah ke area visual lain untuk analisis lebih lanjut ( C.I Baker,2013).
Aspek penting dari pemrosesan informasi visual adalah spesialisasi neuron.
Seperti sel di dalam retina, banyak sel dalam korteks visual primer sangat
terspesialisasi (Shushruth dkk,2012).
PEMROSESAN
PARAREL
Informasi sensoris
bergerak secara cepat melewati otak karena adanya pemrosesan pararel,
distribusi bersamaan atas informasi di antara jalur neural yang berbeda (Nass
& Callway,2009). Sistem yang didesain untuk memproses informasi mengenai
kualitas sensoris secara berurutan atau bergantian ( seperti pertama kali
memproses bentuk gambar, kemudian warna, kemudian pergerakan, dan terakhir
lokasi gambar tersebut) akan terlalu lambat bagi kita untuk menghadapi
perubahan di dunia yang sangat cepat. Untuk dapat beraktivitas di dunia, kita
perlu “melihat” seluruh karakteristik ini secara bersamaan, yang merupakan
pemrosesan pararel.
PENINGKATAN
Beberapa
neuron merespons warna, beberapa yang lain merespons bentuk, dan beberapa yang
lain merespon gerakan; namun, perlu dicatat bahwa seluruh neuron ini terlibat dalam merespons stimulus yang
diberikan. Misalnya, anak kecil yang berlari kea rah kita. Bagaimana otak
mengetahui ciri fisik ini, yang dikomunikasikan oleh berbagai neuron yang
berbeda, semuanya dimiliki oleh objek persepsi yang sama.
Salah
satu topik yang paling menarik dalam persepsi visual saat ini, Pengikatan adalah penyatuan dan integrasi hal yang
diproses oleh jalur atau sel yang berbeda (Kirt &
Bachmann,2013;Tacca,2011). Pengikatan melibatkan pemasangan aktivitas berbagai
sel dan jalur. Melalui pengikatan, anda dapat mengintegrasikan informasi
mengenai bentuk tubuh anak kecil, senyuman, dan pergerakan anak tersebut dalam
gambaran utuh pada korteks serebrum. Cara pengikatan terjadi merupakan sebuah
teka-teki yang menarik bagi ahli saraf (McMahon & Olson,2009).
PENGLIHATAN
AKAN WARNA
Proses
persepsi warna ini dimulai pada retina, film bagi mata. Menariknya, teori
mengenai retina yang memproses warna dikembangkan jauh sebelum terdapat metode
untuk mempelajari dasar anatomi dan neurofisiologi tentang persepsi warna.
Sebaliknya, psikolog membuat beberapa tebakan yang akurat mengenai cara penglihatan
akan warna terjadi di retina dengan mengamati cara orang melihat. Dua teori
utama yang dianjurkan adalah teori trikromatik dan teori proses yang
berlawanan. Keduannya terbukti benar adanya. Teori trikromatik,
dianjurkan oleh Thomas Young pada tahun 1802 dan digunakan oleh Herman von
Helmholtz pada tahun 1852, menyatakan bahwa persepsi terhadap warna dihasilkan
oleh ketiga jenis reseptor kerucut di retina yang secara khusus sensitif pada
rentang panjang gelombang yang berbeda, namun saling tumpah-tindih satu sama
lain.
Observasi
Hering mendorongnya untuk mengusulkan bahwa bukan terdapat tiga jenis reseptor
kerucut warna ( seperti yang dinyatakan teori trikromatik), melainkan ada
empat, yang disusun dalam pasangan-pasangan: merah-hijau biru-kuning. Pandangan
Hering, teori proses- yang berlawanan, menyatakan bahwa sel-sel pada sistem
visual merespons terhadap warna merah-hijau dan biru-kuning: sel tertentu
mungkin dibangkitkan oleh warna merah dan dihambat oleh warna hijau, sedangkan
sel lain munkin dibangkitkan oleh kuning dan dihambat oleh biru.
MELIHAT BENTUK, KEDALAMAN,
PERGERAKKAN, DAN KETETAPAN
Melihat stimulus visual
berarti mengatur dan menginterpretasikan bagian-bagian informasi yang
dikirimkan oleh mata ke korteks visual. Informasi mengenai dimensi dari hal
yang kita lihat adalah penting bagi proses ini. Dimensi-dimensi yang diperlukan
adalah bentuk, kedalam, pergerakan,dan ketetapan.
BENTUK
Pikirkan tentang dunia yang dapat
dilihat dan bentuknya gedung pencakar langit, kapal di tengah laut, huruf pada
halaman ini. Kita melihat bentuk-bentuk ini karena semuanya memiliki tanda yang
berbeda dari bentuk lain dan kita lihat sebagai kontur, lokasi perubahan
kecerahan yang tiba-tiba terjadi (Cavina-Pratesi dkk, 2010). Sekarang, pikirkan
tentang huruf-huruf pada halaman ini. Ketika anda melihat halaman ini, anda
melihat huruf-huruf, yang terbentuk atau tergambar, dalam area atau latar
belakang halaman putih. Hubungan gambar latar(figure-ground) adalah prinsip
ketika kita mengatur area persepsi ke dalam stimulus yang muncul yang muncul (
figure) dan stimulus latar ( background, atau ground). Secara umum, prinsip ini
bekerja dengan baik bagi kita, namun beberapa hubungan gambar-gambar latar ini
sangat ambigu, dan mungkin akan sulit membedakan antara gambar dan latar.
PERSEPSI
PEDALAMAN
Persepsi kedalaman
merupakan kemampuan mempersepsikan objek secara tiga di mensi.oleh karena itu
kita memiliki dua mata ,kita mendapatkan dua pandangan tentang dunia ,satu dari
setiap matas.Petunjuk binokular adalah
petunjuk kedalaman yang tergantung pada kombinasi gambar pada mata kanan dan
kiri serta pada cara kedua mata bekerja bersama.Gambar-gambar yang di tangkap
akan sedikit berada karena kedua mata yang melihat 10 inci dari wajah
anda.secara bergantian buka dan tutuplah mata kanan dan kiri anda sehingga
hanya ada satu mata yang terbuka pada saat melihat tangan.Gambar tangan anda
akan terlihat berlompatan maju mundur, karena gambar tersebut berada pada
tenpat yang sedikit berbeda pada retina kiri dan kanan. Disparatis,atau
perbedaan ,antara gambar di kedua mata adalah petunjuk binokular yang di
gunakan oleh otak untuk menentukan kedalaman ,atau jarak,suatu objek. Kombinasi
kedua gambar di otak,dan perbedaan keduanya di mata, memberikan informasi
tentang dunia tiga dimensi [proffitt dan caudek, 2013]. Kacamata 3-D yang anda
gunakan untuk menyaksikan film memberikan kesan kedalaman dengan menciptakan
perbedaan visual. Pewarnaan tersebut memberika warna yang berbeda bagi setiap
mata. Mata anda kemudian saling bersaingan dan otak anda memahami petentangan
tersebut dengan menciptakan persepsi tiga di mensi.
Konvergensi
merupakan suatu petunjuk binokular lain bagi kedalaman dan jarak. Ketika kita
menggunakan kedua mata kita untuk melihat sesuatu, keduanya berfokus pada objek
yang sama. Jika objek tersebut dekat dengan kita, mata kita bersatu atau bergrak bersama, bahkan hampir
bersilangan. Jika objek tersebut di jauhi, kita dapat nerfokus pada objek
tersebut tanpa harus menyatukan mata kita. Pergerakan otot yang terlibat dalam
konvergensi memberikan informasi mengenai seberapa jauh atau berapa dalam suatu
benda.
Selain itu kita juga
bergantung pada Petunjuk monokular , atau petunjuk kedalaman,yang di peroleh dari
gambar di satu mata, baik mata kanan atau kiri. Petunjuk monokular sangat kuat,
dan dalam kondisi normal dapat memberikan kesan kedalaman yang kuat. Cobalah
menutup satu mata-persepsi anda tentang dunia kemungkinan masih merupakan
persepsi tiga-dimensi yang anda pahami.
PERSEPSI
GERAK
Persepsi
gerak memainkan peran penting dalam kehidupan banyak spesies (Boeddeker dan
Hemmi, 2010). Bagi beberapa hewan ,persepsi gerakan penting untuk bertahan
hidup.Baik predator dan mangsa keduanya bergantung pada kemampuan untuk
mendeteksi grakan seca cepat (Russell, Hertz, dan McMillan,2014). Katak dan
beberapa vertabreta sederhana lain mungkin tidak dapat melihat benda sebelum
benda tersebut bergerak. Misalnya, jika lalat mati di gantung tidak bergerak di
depan katak,katak trsebut tidak dapat menyadari keberadaan makanannya. Sel
pendekteksi-serangga dalam retina katak hanya merespons adanya gerakan, ketika
retina katak dapat mendektesi gerakan, retina manusia dan primata lain
tidakdapat melakukan hal ini.
Menurut para ahli saraf ,’’Semakin bodoh
hewan,semakin ‘pandai’ retinanya (Baylor, 2001).pada manusia, Otak mengambil
ahli tugas menganalisis gerakan melalui jalur yang sangat khusus ( Raudies dan
Neuman,2010) . Tiga cara Bagaimana manusia melihat gerakan?
1. Memiliki neuron untuk mendeteksi gerakan
2. Umpan
balik dari tubuh kita memberi tahu apakah kita sedang bergerak atau apakah
seseorang atau sebuah objek bergerak;misalnya,anda menggerakkan otot mata anda
ketika melihat bola datang ke arah anda.
3. Lingkungan
yang kita di penuhi oleh petunjuk yang memberikan informasi tentang pergerakan
Psikolog tertarik pada pergerakan sebanarnya dan pergerakan semu. ,yaitu
terjadinyaa ketika sedang melihat benda
yang diam sebagai benda yang bergerak (Zhang, Cheng dan Zhou,2012)
KETETAPAN PERSEPSI
Ketetapan
persepsi merupakan pengenalan bahwa objek bersifat konstan dan tidak berubah
meskipun masukin sensoris tentang objek tersebut berubah (Kavsek dan
ranrud,2012;Lee dan Wallraven,2013).Ketetapan persepsi memiliki tiga jenis
yaitu:
a.
Ketetapan ukuran
adalah suatu pengenalan bahwa objek tetap berukuran sama meskipun kesan retina
dari objek tersebut berubah.contohnya pengalaman persepsi ukuran tidak peduli
sejuah apa jarak anda dari mobil anda,anda mengetahui bseberapa besar ukuiran
mobil anda
b.
Ketetapan bentuk
adalah pengenalan bahwa objek mempertahankan bentuk yang sama meskipun
orientasi benda tersebut terhadap anda beubah.
c.
Ketetapan warna
adalah pngenalan bahwa objek mempertahankan warna yang sama meskipun jumlah
cahaya yang menyinarinya berbeda
SISTEM
AUDITORI
Seperti cahaya
yang memberikan infornasi mengenai lingkungan, demikian pula suara. Suara memberitahukan
keberadaan seseorang di belakang ,mobil yang bergerak mendekat,kekuatan angin,
dan pertengkaran anak yang berusia 2 tahun. Hal ini terpenting mungkin adalah
suara membantu kita berkomunikasi melalui bahasa dan musik.
ASAL SUARA DAN CARA
KITA MENGALAMINYA
Pada
pesta kembang api,anda mungkin merasakan dentuman yang kuat dalam dada anda.
Gelombang suara merupakan suatu getaran di udara yang di proses oleh sistem
auditori [pendengaran]. Perlu di ingat juga bahwa gelombang cahaya sangat mirip
dengan gelombang di lautan yang bergerak maju ke arah pantai. Gelombang suara
juga demikian.gelombang suara juga memiliki panjang yang bervariasi. Panjang
gelombang menentuka frekuensi gelombang suara tersebut-yaitu jumlah siklus
(panjang gelombang penuh) yang melalui suatu titik dalam interval waktu
tertentu. Titi nada (pitch) adalah interpretasi persepsi tentang frekuensi
suara.
Sejauh
ini kita telah menggambarkan bahwa gelombang suara tunggal yang hanya memiliki
satu frekuensi. Gelombang suara tunggal mirip dengan panjang gelombang tunggal dari
cahaya berwarna murni,di bahas dalam konteks pemasangan warna. Kebanyakan
suara, termasuk percakapan dan musik, adalah suara komplek , ketika terdapat
berbagai fkreunsi suara yang menyatu. timbre adalah saturi nada atau kualitas
persepsi suara. Jika dua musisi memainkan not dengan titi nada yang sama
[misalnya,C tinggi],meskipun titi nada tersebut sama,nada tersebut akan
terdengar berbeda. Timbre memiliki peran dalam perbedaan persepsi ini,serta
perbedaan kualitas yang kita dengar dari suara manusia.
STRUKTUR
DAN FUNGSI TELINGA
Fungsionalitas
telinga dapat dianalogikan dengan mata.telinga menjalankan fungsi mengalirkan
suara dengan ketepatan yang tinggi dari dunia luar ke otak untuk analisis dan
interprestasi. Seperti gambar yang harus berada dalam fokus dan memiliki cahaya
yang cukup agar otak dapat menginterprestasikan ,suara pun perlu di alirkan
sedemikian rupa dengan tetap menjaga informasi tentang lokasi. Frekuensi (yang
membantu kita membedakan suara anak-anak an dewasa),dsn timbre 9 yang membantu
kita mengidentifikasi suara teman di telepon)
TELINGA JUGA TERBAGI TIGA BAGIAN
Telinga Bagian Luar
Telinga bagian
luar terdiri dari pina dan saluran pendengaran eksternal. Pina(jamak:pinnae)
yang berbentuk seperti corong adalah bagian luar telinga yang dapat terlihat.
(gajah memiliki pina yang besar). Pina mengumpulkan suara dan mengalirkan suara
dan mengalirkan ke telinga bagian dalam.
Telingga
Bagian Tengah
Setelah melalui pina,gelombang suara bergerak
melalui saluran pendengaran ke bagian tengah telinga.Telinga bagian tengah
mengalirkan suara melalui gendang telinga, tulang martil,tulang landasan, dan
tulang sanggurdi ke telinga bagian dalam. Gendang telinga atau membran timpani
memisahkan telinga bagian luar telinga bagian tengah serta bergetar sebagai
respons terhadap suara. Telinga bagian luar dan telinga bagian tengah serta
bergetar sebagai respons terhadap suara.
TELINGA BAGIAN DALAM
Fungsi
telinga bagian dalam,yang meliputi jendela oval,koklea, dan membran basilat ,adalah
mengubah gelombang suara menjadi impuls neural dan menguirimkan ke otak
(Gregan, Nelson,dan oxenham,2011). Tulang sanggurdi terhubung dengan membran
jendela oval,yang mrngalirkan gelombang
suara ke koklea.koklea merupakan struktur terbentuk tabung dan berisi
cairan yang terbentuk seperti siput. Membran ini sempit dan kaku pada dasar
koklea namun meluas dan menjadi lebih fleksibel pada bagian atas. Variasi
ukuran dan fleksibilitas ini mmbuat area yang berbeda dalam membran basilar
ini bergetar lebih intensketika di
hadapkan frekuensi suara yang berbeda ( Wojtczak dan Oxenham,2009)
TEORI PENDENGARAN
Teori tempat adala teori car telinga bagian
dalam mengatur frekuensi suara, yang menyatakan bahwa setiap frekuensi
menghasilkan getaran pada titik tertentu dalam membran basilar.teori tempat
cukup menjelaskan suara dan frekuensi tinggi,namun tidak dengan
frekuensi-rendah.
Teori frekuensi
membahas pengaruh lain dengan menyatakan bahwa persepsi atas frekuensi suara
bergantung pada seberapa sering saraf auditori menembak. Prinsip berondongan
(volley principle) perubahan teori frekuensi yang menyatakan bahwa sekumpul sel
saraf dapat menembakkan impuls neural dapat menembakkan impuls neural secara
cepat dan berturut-turur,seerta menghasilkan berondongan impuls.
PEMBROSESAN AUDITORI DI OTAK
Pada sistem auditori ,informasi mengenai
suara bergerak dari sel rasmbut ke telinga bagian dalam menuju saraf auditori,
yang membawa impuls neural ke area auditori otak perlu di ingat bahwa
pergerakan sel rambut mengubah stimulus fisik gelombang sura menjadi potensial
aksi dalam impuls neural.Informasi auditori
bergerak menaiki jalur auditori melalui transmisi visual pada jalur
visual.
MENGETAHUI ASAL/LOKASI SUARA
Ketika
ketika mendengar suara sirene pemadam kebakaran atau gonggongan anjing,
bagaimana kita mengetahui asal suara ini? Membran basilar memberikan informasi
tentang freukuensi, titi nada, dan
kompleksitas suara, namun membrane basilar tidak memberitahu asal suara.
BAGIAN MATA
Sklera
adalah membran terluar bola mata yang membentuk warna putih pada mata.
Retina
dibentuk dari lapisan sel dibagian dalam mata yang terdiri dari fotoreseptor,
sel batang dan sel kerucut.
Kornea
adalah membran transparan didepan mata yang melindungi mata dan membelokkkan
cahaya untuk memberikan fokus.
Pupil
adalah pembuka yang memungkinkan cahaya memasuki mata.
Iris
adalah otot berwarna yang mengelilingi pupil dan menyesuaikan jumlah cahaya
yang memasuki mata melalui pupil. Pupil membesar (membuka) atau mengecil
(menutup) dalam merespons emosi tertentu.
Lensa
memfokuskan gambar kelapisan retina dibelakang permukaan mata.
Fovea
adalah bagian retina yang secara langsung berderet dengan pupil dan mengandung
paling banyak sel kerucut, yang terlibat dalam persepsi warna dan ketajaman
visual.
Saraf
optik menerima masukan dari fotoreseptor dan mengirim informasi ke otak.
JALUR VISUAL
Gambar objek diarea
visual kanan diproyeksikan kebagian kiri retina mata, yang mengirim informasi
pertama ketalamus untuk proses awal dan kemudian ke korteks visual di hemisfer
kiri tempat persepsi berlangsung.
BAGIAN
TELINGA
Telinga bagian luar
adalah bagian telinga yang terlihat dan saluran pendengaran (saluran telinga) yang
menyalurkan gelombang suara ke gendang telinga. Telinga bagian tengah meliputi
gendang telinga dan tiga tulang kecil( tulang martil,tulang landasan, dan
tulang sanggurdi) yang mengalirkan getaran gendang telinga ke membran pada
koklea yang disebut jendela oval.
BAGIAN
HIDUNG
Molekul
diudara(zat kima olfaktori) memasuki laluan nasal dan mencapai sel reseptor
yang terletak di epitel olfaktori laluan nasal bagian atas (langit-langit).
INDRA LAIN
Diantaranya
indra kulit dan indra kimia(bau dan rasa), serta indra kinestetik dan
vestibular( sistem yang membantu kita tetap tegak dan mengoordinasikan gerakan)
INDRA KULIT
Kulit
adalah sistem sensoris terbesar, yang terdapat diseluruh tubuh dengan reseptor
untuk sentuhan,suhu,dan rasa sakit(Hollins,2010) ketiga jenis reseptor ini
membentuk indra kulit.
SENTUHAN
Sentuhan
adalah salah satu indra yang sering kita abaikan, namun kemampuan kita untuk
merespons sentuhan terbilang mengejutkan(Klatzky & Lederman,2013)
SUHU
Untuk
mempertahankan suhu tubuh, kita mampu mendeteksi suhu. Terdapat dua jenis
termoreseptor: panas dan dingin.Termoreseptor panas merespon panas kulit, dan
termoreseptor dinginnya kulit.
RASA SAKIT
Rasa
sakit adalah sensasi yang memperingatkan kita akan adanya kerusakan pada tubuh.
Ketika kontak dengan kulit berupa cubitan, sensasi tekanan mekanik tersebut
berubah dari sentuhan ke rasa sakit.
INDRA KIMIA
Dua
indra yang sekarang akan kita bahas, penciuman dan perasa, berperan untuk
memproses zat-zat kimia dalam lingkungan kita. Melalui penciuman, kita
mendeteksi zat kimia yang ada diudara, dan melalui perasa kita mendeteksi zat
kimia yang ikut dalam air liur.
PERASA
Rasa
biasanya dikategorikan sebagai manis,asam,pahit,dan asin. Namun, saat ini
kebanyakan ilmuan saraf menyakini bahwa pembagian rasa kedalam empat kategori
ini mengabaikan kompleksitas yang ada pada rasa(Cauller,2001)
PENCIUMAN
Penciuman berperan dalam
ketertarikan interpersonal(Hurst,2009) dari sudut pandang evolusi, tujuan
manusia berpasangan adalah menemukan seseorang yang akan menghasilkan keturunan
yang paling sehat (Buss,2012) berpasangan dengan perangkat gen yang berbeda (
dikenal sebagai Major histocompatibility complex MCH) menghasilkan keturunan
yang lebih sehat dengan sistem imun yang lebih besar(Muller,2010).
INDRA KINESTETIK DAN VESTIBULAR
Indra kenestetik adalah memberikan
informasi mengenai pergerakkan postur adan orientasi. Sedangkan indra
vestibular adalah memberikan informasi tentang keseimbangan dan gerakan. Jalur
otak untuk indra vestibular dimulai pada saraf auditori yang mengandung saraf
koklear(dengan informasi tentang suara) dan saraf vestibular (yang mengandung
gerakan keseimbangan dan gerakan ). Mayoritas aksen dari saraf vestibular
terhubung dengan medula meskipun beberapa diantaranya langsung menuju serebelum.
KAITAN SENSASI PERSEPSI DAN DENGAN
KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN
Indra menghubungkan kita dengan
dunia. Menjaga organ indra yang sangat berharga sama artinya dengan menjalankan
gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat rendah lemak yang tinggi
vitamin dan betakaroten. Memelihara mata anda berarti menggunakan lensa
pelindung ketika berada dibawah terik matahari. Melindungi pendengran anda
berarti menghindari suara dengan volume tinggi yang berbahaya. Suara pada 80
desibel atau lebih, jika didengarkan dalam jangka waktu yang lama, dapat
merusak pendengaran. Pengalaman dialam terbuka dengan kondisi yang natural
terbukti menurunkan strees dan meningkatkan kesejahteraan.
BAB
III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Sensasi adalah
proses penerima energI stimulus dari lingkungan eksternal dan mengubah energy
tersebut menjadi energi neural.
Persepsi adalah proses
mengorganisasikan dan menginterpresentasikan informasi sensoris agar
informasi tersebut mejadi bermakna Persepsi adalah proses mengorganisasikan dan
menginterpresentasikan informasi sensoris agar informasi tersebut mejadi
bermakna.
Sensasi
melibatkan proses mendekteksi dan mengalirkan informasi tentang berbagai jenis
energi (Sherwood,2013).
Cahaya
adalah bentuk energi elektromagnetik yang dapat digambarkan. Indra
menghubungkan kita dengan dunia.
Indra
menghubungkan kita dengan dunia. Menjaga organ indra yang sangat berharga sama
artinya dengan menjalankan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat
rendah lemak yang tinggi vitamin dan betakaroten. Memelihara mata anda berarti
menggunakan lensa pelindung ketika berada dibawah terik matahari. Melindungi
pendengran anda berarti menghindari suara dengan volume tinggi yang berbahaya.
Suara pada 80 desibel atau lebih, jika didengarkan dalam jangka waktu yang
lama, dapat merusak pendengaran. Pengalaman dialam terbuka dengan kondisi yang
natural terbukti menurunkan strees dan meningkatkan kesejahteraan.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda