Selasa, 25 Februari 2020

SENSASI DAN PERSEPSI /LisanaSh


Makalah Psikologi Umum
“PERSEPSI DAN SENSASI
DISUSUN OLEH :

Nurul Suhaila              
Iga Dara Fonna            
Adinda Pitaloka           


PROGRAM STUDI PSIKOLOGI 

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan segala rahmat dan hidayah-Nya serta kesehatan dan kesempatan kepada penulis serta mampu menyelesaikan tugas makalah Psikologi Umum dengan judul “SENSASI DAN PERSEPSI” sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Psikologi Umum serta semua anggota kelompok yang telah bekerja keras dalam proses penyelesaian makalah ini dan juga kepada pihak-pihak yang telah memberikan saran dan arahan penulis dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, mengingat referensi yang kami dapatkan masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini dimasa mendatang.










DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………… i
DAFTARISI………………………………………………………………………... ii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………. 1
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………  1
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………… 1
1.3.Tujuan………………………………………………………...…………... 1
BAB II TINJAUAN MATERI……………………………………………………… 2
2.1 Proses dan Tujuan Sensasi dan Persepsi……………………………………2
2.2 Tujuan Persepsi dan Sensasi……………………….…………………….3
BAB III PENUTUP………………………………………………...………………..12
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………….12
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………...….. 13





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Sensasi adalah proses menangkap stimulus dan tahap paling awal dalam penerimaan informasi sedangkan persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga  manusia memperoleh pengetahuan baru. Dengan kata lain persepsi mengubah sensasi menjadi informasi.
Peneliti sensasi dan persepsi menggambarkan cakupan spesialisasi yang luas meliputi studi tentang struktur, fungsi, dan penyakit mata. Ilmu tentang pendengaran, neurologi atau ilmu saraf. Untuk memahami sensasi dan persepsi diperlukan pemahaman fisik dari objek cahaya. Pendekatan psikologis terhadap proses-proses ini  memerlukan pemahaman mengenai persepsi fisik  dan fungsi organ indra, serta penerapannya ke dalam pengalamannya yang dilakukan di otak.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Sensasi dan Persepsi?
2.      Apa tujuan dari Sensasi dan Persepsi?
3.      Apa yang dimaksud dengan sistem visual?
4.      Apa itu sistem Auditori?

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui pengertian dari Sensasi dan Persepsi
2.      Mengetahui tujuan dari Sensasi dan Persepsi
3.      Mengetahui tentang sistem visual
4.      Mengetahui tentang sistem Auditori


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 SENSASI
Sensasi adalah proses penerima energy stimulus dari lingkungan eksternal dan mengubah energy tersebut menjadi energy neural. Sel reseptor khusus dalam organ indra mata,telinga,kulit,hidung dan lidah mendeteksi energi fisik,seperti cahaya,suara,dan panas. Ketika sel reseptor menangkap stimulus, energi yang ditangkap diubah ke dalam impuls elektrokimia atau potensial aksi yang meneruskan informasi stimulus tersebut melalui sistem saraf menuju otak (Harris&Attwell,2012). Ketika mencapai otak, informasi tersebut bergerak ke area yang sesuai kedalam korteks serebelum (Swaminathan & Freedman). Otak memberikan makna untuk sensasi melalui persepsi.
     
2.2 PERSEPSI
Persepsi adalah proses mengorganisasikan dan menginterpresentasikan                   informasi sensoris agar informasi tersebut mejadi bermakna. Sel reseptor di mana kita merekam –mendekteksi-benda kecil berwarna perak di langit,namun mata kita tidak “melihat” pesawat jet. Mengenali bahwa benda kecil berwana perak tersebut sebagai pesawat jet adalah persepsi. Sensasi dan persepsi terlihat seperti proses yang sama ketika kita menjalani kehidupan, namun sensasi merjuk pada bahan mentah dari pengalaman(energi yang membentuk dunia), sedangkan pesepsi merupakan pengalaman itu sendiri (hal yang dilakukan oleh otak terhadap bahan mentah yang ada).

PEMROSESAN BOTTOM-UP DAN TOP-DOWN
Psikolog membedakan antara pemrosesan bottom-up dan top-down dalam sensasi dan persepsi (Waszak,Phster,&Kiesel,2013). Pada pemrosesan botton-up, reseptor sensoris menangkap informasi mengenai lingkungan eksternal dan mnegirimkannya ke otak untuk interprestasi. Pemrosesan bottom-up berrati mengambil informasi tersebu t (Andersen, Muller, Martinovic, 2012; McMains&Kastner, 2011). Sebaliknya, pemrosesan top-down dimulai dengan pemrosesan kognitif di dalam otak. Pada pemrosesan top-down kita memulai dengan beberapa pemahaman mengenai hal yang sedang terjadi (hasil dari pengalaman kita) dan menerapkan kerangka pikir tersebut untuk informasi yang masuk dari dunia luar (Song, Tian,& Liu 2012; van Gaal &Lamme,2011).Pemrosesan bottom-up dan top-down bekerja sama dalam sensasi dan persepsi untuk memungkinkan kita memersepsikan sesuatu secara tepat dan sesuai(K. Mayer,201). Misalnya, secara otomatis telinga kita hanya memberikan infomasi tentang suara. Hanya jika kita memerhatikan hal yang didengar oleh telinga(pemrosesan bottom-up) dan hal yang diinterpresentasikanoleh otak(pemrosesan top-down) kita dapat sepenuhnya memahami persepsi suara. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari, kedua proses sensasi dan persepsi tersebut tidak dapat dipisahkan. Untuk alasan ini, mayoritas psikolog menyebut sensasi dan persepsi sebagai sistem pemrosesan informasi yang terpadu(Goldstein,2014).

TUJUAN SENSASI DAN PERSEPSI
Tujuan dari sensasi dan persepsi adalah adaptasi yang meningkatkan kesempatan spesies untuk bertahan hidup. Organisme harus mampu merasakan dan merespon secara cepat dan akurat atas kejadian dilingkungan mareka, seperti mendekatnya predator,keberadaan mangsa,atau kemunculan calon pasangan. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika kebanyakan hewan dari ikan emas hingga gorila dan manusia memiliki mata dan telinga, serta sensitivitas terhadap sentuhan dan zat kimia(bau dan rasa) (Moss&carr,2013). Lagi pula, perbandingan secara seksama sistem sensoris pada hewan mengungkapkan bahwa setiap spesies beradaptasi secara sempurna terhadap habitat tempat mareka tumbuh (Hoefnagels,2012). Hewan, terutama predator, secara umum memiliki mata dibagian depan wajahnya sehingga dapat mengawasi mangsa secara akurat. Sebaliknya, hewan yang leboh sering menjadi makanan hewan lain memiliki mata pada bagian samping kepala, untuk memberikan pandangan yang lebih luas terhadap lingkungannya. Contoh kaitan antara kebutuhan hewan untuk bertahan hidup dan organ indra yang dimilikinya seperti hiu sangat bergantung pada indra penciuman, dengan dua pertiga dari otak hiu bertugas untuk fungsi penciuman.
           
RESEPTOR SENSORIS DARI OTAK
Reseptor sensoris yaitu sel khusus yang mendeteksi informasi stimulus dan mengalirkannya ke sarafsensoris(aferen)   dan otak. Saraf arefen membawa informasi ke otak dari dunia luar. Reseptor sensoris adalah pembuka tempat otak dan sistem saraf mengalami berbagai pengalaman dunia  luar.
gambar 4.2 memperlihatkan reseptor sensoris manusia untuk penglihatan,pendengaran,sentuhan,penciuman, dan pengecap/rasa.
Gambar 4.3 memperlihatkan aliran informasi dari lingkungan menuju otak.
Reseptor sensoris mengambil informasi dari lingkingan dan menciptakan tegangan listrik lokal. Reseptor ini memicu terjadinya potensial aksi pada neuron sensoris, yang membawa informasi tersebut ke sistem saraf pusat. Tentu saja, stimulus dilingkingan berbeda-beda intensitasnya. Misalnya, cahay lilin lebih  redup dibandingkan dengan cahaya lampu sorot.
Bagaimana neuron sensoris mengomunikasikan perbedaan intensitas ini ke otak? Oleh karena itu neuron sensoris (seperti neuron lain) mengikuti prinsip semua atau tidak sama sekali., seperti dibahas dalam bab 3 intensitas stimulus, seperti cahaya lilin versus lampu sorot, tidak dapat dikomunikasikan ke otak dengan mengubah kekuatan potensial aksi yang terjadi. Kekuatan tersebut tetap sama tidak tergantung pada intensitas stimulus. Sebagai gantinya, reseptor memvariasikan frekuensi potensial aksi yang dikirimkan ke otak. Jadi, jika stimulus sangat kuat, seperti matahari yang bersinar sangat terang, neuron akan menembak lebih sering untuk memberitahukan pada otak bahwa sinar tersebut, sangat, sangat terang. Selain frekuensi, potensial aksi seluruh saraf sensoris memiliki kemiripan. Kesamaan ini menimbulkan pertanyaan: Bagaimana hewan dapat membedakan antara penglihatan,suara,bau,rasa,dan sentuhan? Jawabannya reseptor sensoris bersifat selektif dan memiliki jalur energy tertentu misalnya, energi cahaya,getaran suara,atau energy kimia dan mengubahnya menjadi potensial aksi.
            Sensasi melibatkan proses mendekteksi dan mengalirkan informasi tentang berbagai jenis energi(Sherwood,2013). Organ indra dan reseptor sensoris terbagi ke dalam beberapa kelas utama berdasarkan jenis yang dideteksi,seperti:
Photoreception: mendeteksi cahaya,dipersepsikan sebagai penglihatan
Mechanoreception: mendeteksi tekanan,getaran,dan penggerakan,dipersepsikan sebagai sentuhan, pendengaran,dan keseimbangan.
Chemoreception: mendeteksi stimulus kimia, dipersepsikan sebagai bau dan rasa.
            Setiap proses tersebut menjadi bagian dari kelas reseptor dan proses otak tertentu. Namun, terdapat kasus yang jarang terjadi, ketika indra dapat dibingungkan oleh stimulus. Istilah sinestesia menggambarkan pengalaman ketika suatu indra (misalnya, penglihatan) memengaruhi pengalaman di indra yang lain (misalnya, pendengaran) ( Simner,2012a, 2012b; White & aimola Davies,2012). Misalnya, individu dapat”melihat” musik atau “merasakan” warna. Seorang wanita mampu merasakan suara sehingga satu penggalan musik, baginya, terasa seperti ikan tuna (Beeli,Esslen,&Jancke,2005). Ahli saraf mempelajari dasar neurologis dari sinestesia, terutama terkait dengan hubungan antara berbagai area sensoris dan korteks serebelum (Chiou,Stelter,&Rich,2013;Neufeld dkk,2012;Niccolai,Wascher,&stoerig,2012).
AMBANG
Setiap sistem sensoris harus dapat mendeteksi berbgagai tingkat energy dalam bentuk stimulasi cahaya,suara,zat kimia, atau mekanik. Seberapa besar stimulus yang diperlukan bagi anda untuk melihat, mendengar, mengecap, mencium, atau merasakan sesuatu? Berapa jumlah stimulasi kecil yang akan dapat dideteksi?

AMBANG MUTLAK
Salah satu cara untuk mengetahui batas terendah persepsi adalah dengan mengasumsikan bahwa terdapat ambang mutlak, atau jumlah minuman stimulus energy yang dapat dideteksi individu. Ketika energy stimulus di bawah ambang mutlak ini, kita tidak akan dapat mendeteksi keberadaanny; ketika energy stimulus tersebut meningkat diatas ambang mutlak, kita dapat mendeteksi bahwa stimulus tersebut (Lim,Kyung,&Kwon,2012). Untuk mengukur ambang mutlak,  psikolog sepakat memutuskan untuk menggunakan kriteria pendeteksian stimulus 50% dari keseluruhan waktu. Dalam grafik ini, ambang mutlak individu untuk mendeteksi jam yang berdetik adalah pada jarak 20 kaki. Setiap individu memiliki ambang yang berbeda. Beberapa individu memiliki pendengaran yang lebih baik dibandingkan oranglain, dan beberapa individu memiliki penglihatan yang lebih bail. (gambar 4.5 disini)
Gambar tersebut menunjukkan rata-rata ambang mutlak yang kelima indra kita. Pada kondisi ideal, indra kita memiliki ambang mutlak yang sangat rendah sehingga kita dapat dengan sangat baik mendeteksi energi  stimulus yang sangat kecil sekalipun. Anda mungkin terkejut ketika mengetahui bahwa mata manusia dapat eluhat cahaya lilin dalam jarak 30 mil di kegelapan malam.
Ambang perbedaan
Psikolog juga meneliti tingkat perbedaan yang harus ada antara dua stimulus sebelum perbedaan tersebut terdeteksi. Ini yang disebut dengan ambang perbedaan, atau perbedaan yang tampak. Seniman mungkin dapat mendeteksi perbedaan antara dua gradasi warna yang mirip. Ambang perbedaan merupakan perbedaan kecil dalam stimulasi yang diperlukan untuk membedakan satu stimulus dengan stimulus yang lain sebanyak 50 persen dari keseluruhan waktu.                
Apa hal yang menentukan apakah kita dapat  mendeteksi perbedaan atas dua stimulus ? Ambang perbedaan meningkat ketika stimulus siperkuat. Hal ini berarti bahwa stimulus terendah,perubahan kecil dapat dideteksi, namun pada tingkat yang sangat tinggi perubahan kecil tidak akan terlalu terlihat. Hokum weber adalah prinsip bahwa dua stimulus harus berbeda dalam proporsi yang konstan untuk dapat dipandang sebagai sesuatu yang berbeda. Misalnya, kita menambahkan satu lilin ke 20 lilin dan melihat perbedaan atas terangnya cahaya yang dihasilkan oleh lilin tersebut. Hokum weber secara umum dipandang benar(Mohring, Libertus,& Bertin,2012).

PERSEPSI SUBLIMINAL
Persepsi subliminal merujuk pada pendeteksian informasi di bawah tingkat kesadaran. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa otak merespons informasi yang ditampilkan di bawah ambang sadar, dan informasi ini dapat memengaruhi perilaku (Dupoux, de Gardelle, & Kouider,2008; Radel, Sarrazin, & Pelletier, 2009; Tsushima, Sasaki,& Watanabe, 2006). Dalam sebuah penelitian, peneliti secara acak meminta partisipasi yang hadir dalam penelitian untuk tidak minum apa pun setidaknya 3 jam sebelum penelitian dimulai (Strahan, Spencer, & Zanna, 2002). Partisipasi tersebut diperlihatkan kata-kata yang terkait dengan perasaan haus (seperti menang dan bajak laut) melalui layar computer secara tepat selama 16 milidetik ketika mareka melakukan tugas yang tidak berhubungan dengan hal ini, tidak  ada satu partisipasi pun yang melapor bahwa mareka benar-benar melihat bahwa kata yang ditampilkan secara tepat tersebut.

TEORI PENDETEKSIAN SINYAL
Teori pendeteksian sinyal berfokus pada pengambilan keputusan tentang stimulus pada kondisi yang tidak pasti. Pada teori pendeteksian sinyal, pendeteksian stimulus sensoris didasarkan pada berbagai faktor selain intensitas fisik stimulus yang bersangkutan dan kemampuan sensoris pengaman (Haase & Fisk, 2011; Lim & Merfeld,2012). Faktor-faktor ini meliputi variasi individual dan kontekstual, seperti tingkat kelelahan, ekspektasi, dan urgensi dari kejadian tersebut. Untuk memahami cara kerja teori pendeteksian sinyal, perhatikan skenario berikut. Sepupu anda akan menikah minggu depan, dan anda mencari pasangan untuk menemani anda untuk mengahadiri pernikahan tersebut. Proses pengambilan keputusan dalam teori pendeteksian sinyal memiliki dua kompenen : perolehan informasi dan kriteria. Porelehan informasi merujuk pada pengumpulan indikator-indikator yang relevan. Kriteria merujuk pada standar yang akan digunakan untuk membuat keputusan . komponen kriteria teori pendeteksian sinyal adalah dasar untuk membuat penilaian atas informasi yang tersedia. Kriteria adalah pengukuran dari pengambil keputusan terhadap berbagai kemungkinan yang ada dalam setiap hasil yang mungkin muncul. Hal yang  terpenting adalah  teori pendeteksian sinyal membantu kita mempertimbangkan kesalahan yang mungkin dibuat ketika individu memersepsikan sesuatu serta alasan dibalik kesalahan tersebut. (Chaudhuri & Merfeld,2013).

Mengenali stimulus sensoris
Seperti yang baru saja kita lihat, persepsi terhadap stimulus dipengaruhi oleh leboh dari sekadar karakteristik lingkungan stimulus itu sendiri. Dua faktor penting dalam pengenalan atau pengidentifikasian stimulus sensoris adalah atensi dan perangkat persepsi.

ATENSI
Atensi adalah proses memfokuskan kesiagaan pada aspek lingkungan yang dipersempit. Atensi tidak hanya bersifat selektif namun juga dapat diubah/dialihkan. Misalnya, anda mungkin memerhatikan kuliah yang diberikan oleh dosen anda, namun jika seorang teman yang duduk disebelah anda mulai mengirimkan pesan, anda mungkin berusaha untuk melihatnya. Fakta bahwa kita dapat secara selektif memerhatikan suatu stimulus dan dengan mudah teralihkan ke stimulus lain mengindikasikan bahwa kita dapat memonitor beberapa hal sekaligus. Seain itu, stimulis emosional dapat memengaruhi atensi dan juga persepsi (Stewart dkk,2010). Pada kasus stimulus emosional, proses yang terjadi adalah sebagai berikut. Stimulus yang memiliki nilai emosional, seperti kata terluka, menarik perhatian kita. Sebagai hasilnya, kita sering kali lebih cepat dan tepat dalam mengindentifikasi stimulus emosional dibandingkan stimulus  yang bersifat netral.  Keuntungan stimulus emosional ini dapat menjadi beban bagi stimulus lain yang kita alami.
Istilah kebutaan karena emosi (emosion-induced  blindness) merujuk pada fakta bahwa ketika kita menghadapi stimulus yang mengandung unsur emosional, kita sering kali gagal mengindentifikasi stimulus yang muncul segera setelah stimulus emosional tersebut muncul (Bocanegra & Zeelenberg, 2009; Kennedy & Most,2012; Wang, Kennedy & Most,2012). Bayangkan anda sedang menyetir dijalan raya, dan ambulan dengan sirene menyala melewati anda. Anda mungkin tidak memerhatikan mobil lain di sekeliling anda atau rambu lalu lintas karena             anda  berfokus pada ambulan tersebut. Kadang, terutama ketika atensi kita berfokus pada sesuatu, kita melewatkan stimukus yang paling menarik sekalipun .

PERANGKAT PERSEPSI
Psikolog menyebut kecenderungan atau kesiapan untuk melihat sesuatu dengan cara tertentu sebagai perangkat persepsi. Perangkat persepsi, yang menggunakan pengaruh top-down pada persepsi, bertindak sebagai filter psikologis dalam pemrosesan informasi tentang lingkungan ( Fei-Fei dkk,2007).

ADAPTASI SENSORIS 
Setelah mematikan lampu kamar tidur dimalam hari, anda akan berjalan mengililingi kamar menuju tempat tidur anda dengan meraba-raba karena anda tidak melihat benda-benda disekeliling anda. Secara bertahap, benda-benda tersebut akan mulai terlihat dan semakin jelas terlihat. Kemampuan sistem visual untuk menyesuaikan diri dengan kaamr yang telah digelapkan adalah salah satu contoh adaptasi sensoris. Perubahan responsivitas sistem sensoris berdasarkan tingkat rata-rata stimulasi di sekitarnya (Iglesias,2012;Elliott).

SISTEM VISUAL
Ketika Michael May dari Davis, California, berusia 3 tahun, sebuah kecelakaan membuat penglihatannya rusak, dengan hanya menyisakan satu kemampuan untuk melihat perbedaan antara siang dan malam. Ia melanjutkan hidup dan menjadi kaya, menikah, dan memiliki anak, serta membangun perusahaan yang sukses, bahkan menjadi pemain ski yang handal. Dua puluh lima tahun lalu sebelum dokter melakukan transplantasi sel batang ke mata kanan May, prosedur yang dapat memberikan pandangan parsial kepadanya (Kurson,2007). May sekarang dapat melihat mata sebelah kanannya kembali berfungsi dan ia dapat membedakan warna serta dapat hidup tanpa menggunakan tongkat atau bergantung pada anjing penuntunnya. Namun, pengalaman visual yang dimiliki may tetap tidak biasa,  ia melihat dunia seolah merupakan lukisan abstrak . pengalaman may menunjukkan hubungan yang sangat erat antara otak dan indra dalam menghasilkan persepsi. Penglihatan adalah proses kompleks yang melibatkan interpretasi informasi visual yang dilakukan oleh otak yang dikirimkan oleh mata.

STIMULUS VISUAL DAN MATA
Ketika anda melihat warna yang begitu indah saat musim gugur, hal yang sebenarnya di respons oleh mata dan otak anda adalah perbedaan pada cahaya yang dipantulkan dari daun-daun yang memiliki beragam warna. Kemampuan kita untuk mendeteksi stimulus visual tergantung pada sensitivitas mata kita terhadap perbedaan cahaya.

CAHAYA
Cahaya adalah bentuk energi elektromagnetik yang dapat digambarkan dengan istilah panjang gelombang. Cahaya mengalir melalui ruang dalam bentuk gelombang, panjang gelombang cahaya adalah jarak dari puncak salah satu gelombang dengan puncak berikutnya. Panjang gelombang cahaya yang dapat dilihat bergerak antara sekitar 400 hingga 700 nanometer (nanometer adalah 1 miliar meter dan disingkat nm). Panjang gelombang cahaya yang direfleksikan dari stimulus menentukan corak dan warna.

STRUKTUR MATA
Mata, seperti sebuah kamera, dibentuk untuk mendapatka gambar terbaik dunia,. Gambar ang bagus adalah gambar yang fokus, tidak terlalu gelap atau terang. Masing-masing strktur mata memainkan peran penting pada proses ini. Jika anda melihat mata anda dicermin, anda akan melihat tiga bagian sklera,iris,dan pupil. Sklera adalah bagian luar mata yang berwarna putih yang membantu mempertahakan bentuk mata dan melindunginya dari cedera. Iris adalah bagian berwarna dari mata, yang mungkin dapat berwarna biru muda pada satu individu atau berwarna coklat gelap pada individu lain. Pupil, yang terlihat hitam, adalah pembuka pada pusat iris. Iris mengandung otot-otot yang mengontrol ukuran pupil, dan oleh karena itu,mengatur banyaknya cahaya yang masuk kemata. Untuk mendapatkan gambar yang bagus, mata harus mampu menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk. Dalam hal ini, pupil berfungsi layaknya lubang bidik pada kamera, membuka jika diperlukan lebih  banyak cahaya dan menutup diperlukan lebih sedikit cahaya yang masuk.
Dua struktrur yang menghasilkan fokus pada gambar; kornea, membran tipis tepat didepan mata, dan lensa, struktur transparan yang fleksibel dan mirip dengan cakram yang berisi material seperti agar-agar. Fungsi kedua struktur ini adalah mengikat cahaya yang jatuh kepermukaan mata secukupnya agar dapat memfokuskannya ke bagian belakang mata. Permukaan molengkung pada kornea melakukan mayoritas aktivitas pengikatan ini, sementara lensa memperbaiki tangkapan kesan atas benda tersebut. Tanpa kemampuan lensa untuk mengubah kelengkungannya, mata akan mengalami kesulitan fokus pada objek yang terletak dekat dengan mata, seperti buku bacaan. Seiring pertambahnya usia, lensa kehilangan fleksibilitasnya sehingga kemampuannya untuk berubah dari bentuk normal yang datar ke bentuk yang lebih bulat agar dapat berfokus menangkap benda yang berjarak dekat juga berkurang. Inilah sebabnya banyak individu yang memiliki penglihatan normal pada masa muda memerlukan kacamata baca ketika mareka lanjut usia. Bagian mata yang telah kita pelajari sejauh ini bekerja secara bersama-sama untuk memberikan gambar yang paling jernih tentang dunia. Sama hal nya dengan kamera, pada bagian belakang mata terdapat”film” dari mata, yaitu retina, yang terdiri dari beberapa lapisan, dengan permukaan yang sensitive terhadap cahaya yang bertugas mencatat atau merekam energi elektromagnetik serta mengubahnya menjadi impuls neural untuk diproses didalam otak. Analogi antara retina dan film ini terus berlaku hingga saat ini. Retina sangat kompleks dan didesain secara khsusus. Bagian ini berperan dalam mekanisme utama penglihatan. Bahkan, setelah penelitian intens  selama sepuluh tahun lamanya, kehebatan struktur ini masih belum dipahami sepenuhnya (Collin dkk,2012; Herberstein & Kemp,2012).
Retina manusia memiliki sekitar 126 juta sel reseptor. Sel reseptor mengubah energi elektromagnetik cahaya ke dalam bentuk energi yang dapat diproses oleh sistem saraf. Terdapat dua jenis sel reseptor visual; sel batang dan sel kerucut. Sel pada permukaan retina. Sel batang adalah reseptor pada retina yang sensitif terhadap cahaya,namun tidak terlalu berguna untuk penglihatan warna. Sel kerucut adalah reseptor yang kita gunakan untuk memersepsikan warna. Seperti sel batang, sel kerucut ini sensitif terhadap cahaya.
 Bagian terpenting dari retina adalah fovea, area kecil pada pusat retina tempat penglihatan berada pada kondisi terbaik. Fovea hanya memiliki sel kerucut dan penting untuk berbagai tugas visual.

PEMROSESAN VISUAL DALAM OTAK
Mata barulah awal dari persepsi visual. Langkah berikitnya terjadi ketika impuls neural yang dihasilkan dalam retina disampaikan ke otak untuk analisis dan integrasi (Teismann dkk,2012). Saraf optic meninggalkan mata, membawa informasi mengenai cahaya ke otak. Cahaya bergerak dalam garis lurus; dengan demikian, stimulus pada area visual kiri tertangkap pada belahan kanan retina di kedua mata,  dan stimulus pada area visual sebelah kanan tertangkap pada belahan kiri retina di kedua mata
Gambar 4.16
KORTEKS VISUAL
Korteks visual, terdapat dalam lobus oksipital pada bagian belakang otak, adalah bagian dari korteks serebrum yang terlibat dalam penglihatan. Mayoritas informasi visual bergerak ke korteks visual utama, tempat informasi tersebut diproses, sebelum berpindah ke area visual lain untuk analisis lebih lanjut ( C.I Baker,2013). Aspek penting dari pemrosesan informasi visual adalah spesialisasi neuron. Seperti sel di dalam retina, banyak sel dalam korteks visual primer sangat terspesialisasi (Shushruth dkk,2012).

PEMROSESAN PARAREL
Informasi sensoris bergerak secara cepat melewati otak karena adanya pemrosesan pararel, distribusi bersamaan atas informasi di antara jalur neural yang berbeda (Nass & Callway,2009). Sistem yang didesain untuk memproses informasi mengenai kualitas sensoris secara berurutan atau bergantian ( seperti pertama kali memproses bentuk gambar, kemudian warna, kemudian pergerakan, dan terakhir lokasi gambar tersebut) akan terlalu lambat bagi kita untuk menghadapi perubahan di dunia yang sangat cepat. Untuk dapat beraktivitas di dunia, kita perlu “melihat” seluruh karakteristik ini secara bersamaan, yang merupakan pemrosesan pararel.
           
PENINGKATAN
Beberapa neuron merespons warna, beberapa yang lain merespons bentuk, dan beberapa yang lain merespon gerakan; namun, perlu dicatat bahwa seluruh neuron  ini terlibat dalam merespons stimulus yang diberikan. Misalnya, anak kecil yang berlari kea rah kita. Bagaimana otak mengetahui ciri fisik ini, yang dikomunikasikan oleh berbagai neuron yang berbeda, semuanya dimiliki oleh objek persepsi yang sama.
Salah satu topik yang paling menarik dalam persepsi visual saat ini, Pengikatan  adalah penyatuan dan integrasi hal yang diproses oleh jalur atau sel yang berbeda (Kirt & Bachmann,2013;Tacca,2011). Pengikatan melibatkan pemasangan aktivitas berbagai sel dan jalur. Melalui pengikatan, anda dapat mengintegrasikan informasi mengenai bentuk tubuh anak kecil, senyuman, dan pergerakan anak tersebut dalam gambaran utuh pada korteks serebrum. Cara pengikatan terjadi merupakan sebuah teka-teki yang menarik bagi ahli saraf (McMahon & Olson,2009).
PENGLIHATAN AKAN WARNA
Proses persepsi warna ini dimulai pada retina, film bagi mata. Menariknya, teori mengenai retina yang memproses warna dikembangkan jauh sebelum terdapat metode untuk mempelajari dasar anatomi dan neurofisiologi tentang persepsi warna. Sebaliknya, psikolog membuat beberapa tebakan yang akurat mengenai cara penglihatan akan warna terjadi di retina dengan mengamati cara orang melihat. Dua teori utama yang dianjurkan adalah teori trikromatik dan teori proses yang berlawanan. Keduannya terbukti benar adanya. Teori trikromatik, dianjurkan oleh Thomas Young pada tahun 1802 dan digunakan oleh Herman von Helmholtz pada tahun 1852, menyatakan bahwa persepsi terhadap warna dihasilkan oleh ketiga jenis reseptor kerucut di retina yang secara khusus sensitif pada rentang panjang gelombang yang berbeda, namun saling tumpah-tindih satu sama lain.
            Observasi Hering mendorongnya untuk mengusulkan bahwa bukan terdapat tiga jenis reseptor kerucut warna ( seperti yang dinyatakan teori trikromatik), melainkan ada empat, yang disusun dalam pasangan-pasangan: merah-hijau biru-kuning. Pandangan Hering, teori proses- yang berlawanan, menyatakan bahwa sel-sel pada sistem visual merespons terhadap warna merah-hijau dan biru-kuning: sel tertentu mungkin dibangkitkan oleh warna merah dan dihambat oleh warna hijau, sedangkan sel lain munkin dibangkitkan oleh kuning dan dihambat oleh biru.

            MELIHAT BENTUK, KEDALAMAN, PERGERAKKAN, DAN KETETAPAN
Melihat stimulus visual berarti mengatur dan menginterpretasikan bagian-bagian informasi yang dikirimkan oleh mata ke korteks visual. Informasi mengenai dimensi dari hal yang kita lihat adalah penting bagi proses ini. Dimensi-dimensi yang diperlukan adalah bentuk, kedalam, pergerakan,dan ketetapan.


BENTUK
            Pikirkan tentang dunia yang dapat dilihat dan bentuknya gedung pencakar langit, kapal di tengah laut, huruf pada halaman ini. Kita melihat bentuk-bentuk ini karena semuanya memiliki tanda yang berbeda dari bentuk lain dan kita lihat sebagai kontur, lokasi perubahan kecerahan yang tiba-tiba terjadi (Cavina-Pratesi dkk, 2010). Sekarang, pikirkan tentang huruf-huruf pada halaman ini. Ketika anda melihat halaman ini, anda melihat huruf-huruf, yang terbentuk atau tergambar, dalam area atau latar belakang halaman putih. Hubungan gambar latar(figure-ground) adalah prinsip ketika kita mengatur area persepsi ke dalam stimulus yang muncul yang muncul ( figure) dan stimulus latar ( background, atau ground). Secara umum, prinsip ini bekerja dengan baik bagi kita, namun beberapa hubungan gambar-gambar latar ini sangat ambigu, dan mungkin akan sulit membedakan antara gambar dan latar.

PERSEPSI PEDALAMAN
Persepsi kedalaman merupakan kemampuan mempersepsikan objek secara tiga di mensi.oleh karena itu kita memiliki dua mata ,kita mendapatkan dua pandangan tentang dunia ,satu dari setiap matas.Petunjuk binokular adalah petunjuk kedalaman yang tergantung pada kombinasi gambar pada mata kanan dan kiri serta pada cara kedua mata bekerja bersama.Gambar-gambar yang di tangkap akan sedikit berada karena kedua mata yang melihat 10 inci dari wajah anda.secara bergantian buka dan tutuplah mata kanan dan kiri anda sehingga hanya ada satu mata yang terbuka pada saat melihat tangan.Gambar tangan anda akan terlihat berlompatan maju mundur, karena gambar tersebut berada pada tenpat yang sedikit berbeda pada retina kiri dan kanan. Disparatis,atau perbedaan ,antara gambar di kedua mata adalah petunjuk binokular yang di gunakan oleh otak untuk menentukan kedalaman ,atau jarak,suatu objek. Kombinasi kedua gambar di otak,dan perbedaan keduanya di mata, memberikan informasi tentang dunia tiga dimensi [proffitt dan caudek, 2013]. Kacamata 3-D yang anda gunakan untuk menyaksikan film memberikan kesan kedalaman dengan menciptakan perbedaan visual. Pewarnaan tersebut memberika warna yang berbeda bagi setiap mata. Mata anda kemudian saling bersaingan dan otak anda memahami petentangan tersebut dengan menciptakan persepsi tiga di mensi.                

Konvergensi merupakan suatu petunjuk binokular lain bagi kedalaman dan jarak. Ketika kita menggunakan kedua mata kita untuk melihat sesuatu, keduanya berfokus pada objek yang sama. Jika objek tersebut dekat dengan kita, mata kita bersatu  atau bergrak bersama, bahkan hampir bersilangan. Jika objek tersebut di jauhi, kita dapat nerfokus pada objek tersebut tanpa harus menyatukan mata kita. Pergerakan otot yang terlibat dalam konvergensi memberikan informasi mengenai seberapa jauh atau berapa dalam suatu benda.

Selain itu kita juga bergantung  pada Petunjuk monokular , atau petunjuk kedalaman,yang di peroleh dari gambar di satu mata, baik mata kanan atau kiri. Petunjuk monokular sangat kuat, dan dalam kondisi normal dapat memberikan kesan kedalaman yang kuat. Cobalah menutup satu mata-persepsi anda tentang dunia kemungkinan masih merupakan persepsi tiga-dimensi yang anda pahami.

PERSEPSI GERAK
            Persepsi gerak memainkan peran penting dalam kehidupan banyak spesies (Boeddeker dan Hemmi, 2010). Bagi beberapa hewan ,persepsi gerakan penting untuk bertahan hidup.Baik predator dan mangsa keduanya bergantung pada kemampuan untuk mendeteksi grakan seca cepat (Russell, Hertz, dan McMillan,2014). Katak dan beberapa vertabreta sederhana lain mungkin tidak dapat melihat benda sebelum benda tersebut bergerak. Misalnya, jika lalat mati di gantung tidak bergerak di depan katak,katak trsebut tidak dapat menyadari keberadaan makanannya. Sel pendekteksi-serangga dalam retina katak hanya merespons adanya gerakan, ketika retina katak dapat mendektesi gerakan, retina manusia dan primata lain tidakdapat melakukan hal ini.
             Menurut para ahli saraf ,’’Semakin bodoh hewan,semakin ‘pandai’ retinanya (Baylor, 2001).pada manusia, Otak mengambil ahli tugas menganalisis gerakan melalui jalur yang sangat khusus ( Raudies dan Neuman,2010) . Tiga cara Bagaimana manusia melihat gerakan?
1.       Memiliki neuron untuk mendeteksi gerakan
2.      Umpan balik dari tubuh kita memberi tahu apakah kita sedang bergerak atau apakah seseorang atau sebuah objek bergerak;misalnya,anda menggerakkan otot mata anda ketika melihat bola datang ke arah anda.
3.      Lingkungan yang kita di penuhi oleh petunjuk yang memberikan informasi tentang pergerakan Psikolog tertarik pada pergerakan sebanarnya dan pergerakan semu. ,yaitu terjadinyaa ketika  sedang melihat benda yang diam sebagai benda yang bergerak (Zhang, Cheng dan Zhou,2012)

KETETAPAN PERSEPSI
            Ketetapan persepsi merupakan pengenalan bahwa objek bersifat konstan dan tidak berubah meskipun masukin sensoris tentang objek tersebut berubah (Kavsek dan ranrud,2012;Lee dan Wallraven,2013).Ketetapan persepsi memiliki tiga jenis yaitu:
a.       Ketetapan ukuran adalah suatu pengenalan bahwa objek tetap berukuran sama meskipun kesan retina dari objek tersebut berubah.contohnya pengalaman persepsi ukuran tidak peduli sejuah apa jarak anda dari mobil anda,anda mengetahui bseberapa besar ukuiran mobil anda
b.      Ketetapan bentuk adalah pengenalan bahwa objek mempertahankan bentuk yang sama meskipun orientasi benda tersebut terhadap anda beubah.
c.       Ketetapan warna adalah pngenalan bahwa objek mempertahankan warna yang sama meskipun jumlah cahaya yang menyinarinya berbeda


SISTEM AUDITORI
            Seperti cahaya yang memberikan infornasi mengenai lingkungan, demikian pula suara. Suara memberitahukan keberadaan seseorang di belakang ,mobil yang bergerak mendekat,kekuatan angin, dan pertengkaran anak yang berusia 2 tahun. Hal ini terpenting mungkin adalah suara membantu kita berkomunikasi melalui bahasa dan musik.

ASAL SUARA DAN CARA KITA MENGALAMINYA
            Pada pesta kembang api,anda mungkin merasakan dentuman yang kuat dalam dada anda. Gelombang suara merupakan suatu getaran di udara yang di proses oleh sistem auditori [pendengaran]. Perlu di ingat juga bahwa gelombang cahaya sangat mirip dengan gelombang di lautan yang bergerak maju ke arah pantai. Gelombang suara juga demikian.gelombang suara juga memiliki panjang yang bervariasi. Panjang gelombang menentuka frekuensi gelombang suara tersebut-yaitu jumlah siklus (panjang gelombang penuh) yang melalui suatu titik dalam interval waktu tertentu. Titi nada (pitch) adalah interpretasi persepsi tentang frekuensi suara. 
            Sejauh ini kita telah menggambarkan bahwa gelombang suara tunggal yang hanya memiliki satu frekuensi. Gelombang suara tunggal mirip dengan panjang gelombang tunggal dari cahaya berwarna murni,di bahas dalam konteks pemasangan warna. Kebanyakan suara, termasuk percakapan dan musik, adalah suara komplek , ketika terdapat berbagai fkreunsi suara yang menyatu. timbre adalah saturi nada atau kualitas persepsi suara. Jika dua musisi memainkan not dengan titi nada yang sama [misalnya,C tinggi],meskipun titi nada tersebut sama,nada tersebut akan terdengar berbeda. Timbre memiliki peran dalam perbedaan persepsi ini,serta perbedaan kualitas yang kita dengar dari suara manusia.


STRUKTUR DAN FUNGSI TELINGA
Fungsionalitas telinga dapat dianalogikan dengan mata.telinga menjalankan fungsi mengalirkan suara dengan ketepatan yang tinggi dari dunia luar ke otak untuk analisis dan interprestasi. Seperti gambar yang harus berada dalam fokus dan memiliki cahaya yang cukup agar otak dapat menginterprestasikan ,suara pun perlu di alirkan sedemikian rupa dengan tetap menjaga informasi tentang lokasi. Frekuensi (yang membantu kita membedakan suara anak-anak an dewasa),dsn timbre 9 yang membantu kita mengidentifikasi suara teman di telepon)
TELINGA JUGA TERBAGI TIGA BAGIAN
Telinga Bagian Luar
            Telinga bagian luar terdiri dari pina dan saluran pendengaran eksternal. Pina(jamak:pinnae) yang berbentuk seperti corong adalah bagian luar telinga yang dapat terlihat. (gajah memiliki pina yang besar). Pina mengumpulkan suara dan mengalirkan suara dan mengalirkan ke telinga bagian dalam.

Telingga Bagian Tengah
             Setelah melalui pina,gelombang suara bergerak melalui saluran pendengaran ke bagian tengah telinga.Telinga bagian tengah mengalirkan suara melalui gendang telinga, tulang martil,tulang landasan, dan tulang sanggurdi ke telinga bagian dalam. Gendang telinga atau membran timpani memisahkan telinga bagian luar telinga bagian tengah serta bergetar sebagai respons terhadap suara. Telinga bagian luar dan telinga bagian tengah serta bergetar sebagai respons terhadap suara.
TELINGA BAGIAN DALAM
            Fungsi telinga bagian dalam,yang meliputi jendela oval,koklea, dan membran basilat ,adalah mengubah gelombang suara menjadi impuls neural dan menguirimkan ke otak (Gregan, Nelson,dan oxenham,2011). Tulang sanggurdi terhubung dengan membran jendela oval,yang mrngalirkan gelombang  suara ke koklea.koklea merupakan struktur terbentuk tabung dan berisi cairan yang terbentuk seperti siput. Membran ini sempit dan kaku pada dasar koklea namun meluas dan menjadi lebih fleksibel pada bagian atas. Variasi ukuran dan fleksibilitas ini mmbuat area yang berbeda dalam membran basilar ini  bergetar lebih intensketika di hadapkan frekuensi suara yang berbeda ( Wojtczak dan Oxenham,2009)

TEORI PENDENGARAN
    Teori tempat adala teori car telinga bagian dalam mengatur frekuensi suara, yang menyatakan bahwa setiap frekuensi menghasilkan getaran pada titik tertentu dalam membran basilar.teori tempat cukup menjelaskan suara dan frekuensi tinggi,namun tidak dengan frekuensi-rendah.
 Teori frekuensi membahas pengaruh lain dengan menyatakan bahwa persepsi atas frekuensi suara bergantung pada seberapa sering saraf auditori menembak. Prinsip berondongan (volley principle) perubahan teori frekuensi yang menyatakan bahwa sekumpul sel saraf dapat menembakkan impuls neural dapat menembakkan impuls neural secara cepat dan berturut-turur,seerta menghasilkan berondongan impuls.
PEMBROSESAN AUDITORI DI OTAK
Pada sistem auditori ,informasi mengenai suara bergerak dari sel rasmbut ke telinga bagian dalam menuju saraf auditori, yang membawa impuls neural ke area auditori otak perlu di ingat bahwa pergerakan sel rambut mengubah stimulus fisik gelombang sura menjadi potensial aksi dalam impuls neural.Informasi auditori  bergerak menaiki jalur auditori melalui transmisi visual pada jalur visual.



MENGETAHUI ASAL/LOKASI SUARA
Ketika ketika mendengar suara sirene pemadam kebakaran atau gonggongan anjing, bagaimana kita mengetahui asal suara ini? Membran basilar memberikan informasi tentang   freukuensi, titi nada, dan kompleksitas suara, namun membrane basilar tidak memberitahu asal suara.
BAGIAN MATA
Sklera adalah membran terluar bola mata yang membentuk warna putih pada mata.
Retina dibentuk dari lapisan sel dibagian dalam mata yang terdiri dari fotoreseptor, sel batang dan sel kerucut.
Kornea adalah membran transparan didepan mata yang melindungi mata dan membelokkkan cahaya untuk memberikan fokus.
Pupil adalah pembuka yang memungkinkan cahaya memasuki mata.
Iris adalah otot berwarna yang mengelilingi pupil dan menyesuaikan jumlah cahaya yang memasuki mata melalui pupil. Pupil membesar (membuka) atau mengecil (menutup) dalam merespons emosi tertentu.
Lensa memfokuskan gambar kelapisan retina dibelakang permukaan mata.
Fovea adalah bagian retina yang secara langsung berderet dengan pupil dan mengandung paling banyak sel kerucut, yang terlibat dalam persepsi warna dan ketajaman visual.
Saraf optik menerima masukan dari fotoreseptor dan mengirim informasi ke otak.
JALUR VISUAL
Gambar objek diarea visual kanan diproyeksikan kebagian kiri retina mata, yang mengirim informasi pertama ketalamus untuk proses awal dan kemudian ke korteks visual di hemisfer kiri tempat persepsi berlangsung.

BAGIAN TELINGA
Telinga bagian luar adalah bagian telinga yang terlihat dan saluran pendengaran (saluran telinga) yang menyalurkan gelombang suara ke gendang telinga. Telinga bagian tengah meliputi gendang telinga dan tiga tulang kecil( tulang martil,tulang landasan, dan tulang sanggurdi) yang mengalirkan getaran gendang telinga ke membran pada koklea yang disebut jendela oval.

BAGIAN HIDUNG
Molekul diudara(zat kima olfaktori) memasuki laluan nasal dan mencapai sel reseptor yang terletak di epitel olfaktori laluan nasal bagian atas (langit-langit).
INDRA LAIN
Diantaranya indra kulit dan indra kimia(bau dan rasa), serta indra kinestetik dan vestibular( sistem yang membantu kita tetap tegak dan mengoordinasikan gerakan)
INDRA KULIT
Kulit adalah sistem sensoris terbesar, yang terdapat diseluruh tubuh dengan reseptor untuk sentuhan,suhu,dan rasa sakit(Hollins,2010) ketiga jenis reseptor ini membentuk indra kulit.
SENTUHAN
Sentuhan adalah salah satu indra yang sering kita abaikan, namun kemampuan kita untuk merespons sentuhan terbilang mengejutkan(Klatzky & Lederman,2013)
SUHU
Untuk mempertahankan suhu tubuh, kita mampu mendeteksi suhu. Terdapat dua jenis termoreseptor: panas dan dingin.Termoreseptor panas merespon panas kulit, dan termoreseptor dinginnya kulit.

RASA SAKIT
Rasa sakit adalah sensasi yang memperingatkan kita akan adanya kerusakan pada tubuh. Ketika kontak dengan kulit berupa cubitan, sensasi tekanan mekanik tersebut berubah dari sentuhan ke rasa sakit.
INDRA KIMIA
Dua indra yang sekarang akan kita bahas, penciuman dan perasa, berperan untuk memproses zat-zat kimia dalam lingkungan kita. Melalui penciuman, kita mendeteksi zat kimia yang ada diudara, dan melalui perasa kita mendeteksi zat kimia yang ikut dalam air liur.
PERASA
Rasa biasanya dikategorikan sebagai manis,asam,pahit,dan asin. Namun, saat ini kebanyakan ilmuan saraf menyakini bahwa pembagian rasa kedalam empat kategori ini mengabaikan kompleksitas yang ada pada rasa(Cauller,2001)
PENCIUMAN
            Penciuman berperan dalam ketertarikan interpersonal(Hurst,2009) dari sudut pandang evolusi, tujuan manusia berpasangan adalah menemukan seseorang yang akan menghasilkan keturunan yang paling sehat (Buss,2012) berpasangan dengan perangkat gen yang berbeda ( dikenal sebagai Major histocompatibility complex MCH) menghasilkan keturunan yang lebih sehat dengan sistem imun yang lebih besar(Muller,2010).
INDRA KINESTETIK DAN VESTIBULAR
            Indra kenestetik adalah memberikan informasi mengenai pergerakkan postur adan orientasi. Sedangkan indra vestibular adalah memberikan informasi tentang keseimbangan dan gerakan. Jalur otak untuk indra vestibular dimulai pada saraf auditori yang mengandung saraf koklear(dengan informasi tentang suara) dan saraf vestibular (yang mengandung gerakan keseimbangan dan gerakan ). Mayoritas aksen dari saraf vestibular terhubung dengan medula meskipun beberapa diantaranya langsung menuju serebelum.
KAITAN SENSASI PERSEPSI DAN DENGAN KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN
            Indra menghubungkan kita dengan dunia. Menjaga organ indra yang sangat berharga sama artinya dengan menjalankan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat rendah lemak yang tinggi vitamin dan betakaroten. Memelihara mata anda berarti menggunakan lensa pelindung ketika berada dibawah terik matahari. Melindungi pendengran anda berarti menghindari suara dengan volume tinggi yang berbahaya. Suara pada 80 desibel atau lebih, jika didengarkan dalam jangka waktu yang lama, dapat merusak pendengaran. Pengalaman dialam terbuka dengan kondisi yang natural terbukti menurunkan strees dan meningkatkan kesejahteraan.




BAB III
PENUTUP
3.1       KESIMPULAN
Sensasi adalah proses penerima energI stimulus dari lingkungan eksternal dan mengubah energy tersebut menjadi energi neural.
Persepsi adalah proses mengorganisasikan dan menginterpresentasikan                   informasi sensoris agar informasi tersebut mejadi bermakna Persepsi adalah proses mengorganisasikan dan menginterpresentasikan informasi sensoris agar informasi tersebut mejadi bermakna.
Sensasi melibatkan proses mendekteksi dan mengalirkan informasi tentang berbagai jenis energi (Sherwood,2013).
Cahaya adalah bentuk energi elektromagnetik yang dapat digambarkan. Indra menghubungkan kita dengan dunia.
Indra menghubungkan kita dengan dunia. Menjaga organ indra yang sangat berharga sama artinya dengan menjalankan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat rendah lemak yang tinggi vitamin dan betakaroten. Memelihara mata anda berarti menggunakan lensa pelindung ketika berada dibawah terik matahari. Melindungi pendengran anda berarti menghindari suara dengan volume tinggi yang berbahaya. Suara pada 80 desibel atau lebih, jika didengarkan dalam jangka waktu yang lama, dapat merusak pendengaran. Pengalaman dialam terbuka dengan kondisi yang natural terbukti menurunkan strees dan meningkatkan kesejahteraan.





0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda