PERKEMBANGAN MANUSIA I /LisanaSh
Makalah
Psikologi Umum
“PERKEMBANGAN
MANUSIA I”
DISUSUN OLEH :
Nurul Suhaila
Iga Dara Fonna
Adinda Pitaloka
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan segala rahmat dan hidayah-Nya serta
kesehatan dan kesempatan kepada penulis serta mampu menyelesaikan tugas makalah
Psikologi Umum dengan judul “PERKEMBANGAN MANUSIAN I” sesuai dengan jadwal yang
telah ditetapkan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada
Dosen Pembimbing mata kuliah Psikologi Umum serta semua anggota kelompok yang
telah bekerja keras dalam proses penyelesaian makalah ini dan juga kepada
pihak-pihak yang telah memberikan saran dan arahan penulis dalam penyusunan
makalah ini.
Makalah ini sangat jauh dari
kesempurnaan, mengingat referensi yang kami dapatkan masih sangat terbatas.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini dimasa mendatang.
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………
i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………...
ii
BAB I
PENDAHULUAN……………………………………………………………. 1
1.1
Latar Belakang…………………………………………………………… 1
1.2
Rumusan Masalah………………………………………………………… 1
1.3.Tujuan………………………………………………………...…………...
1
BAB II TINJAUAN MATERI………………………………………………………
2
2.1
Nature dan Nurture…………………………………………………………2
2.2
Perkembangan Anak……………………………………………………….3
BAB III PENUTUP………………………………………………...………………..12
3.1
Kesimpulan……………………………………………………………….12
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………...…..
13
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan adalah bertambahnya
kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang
teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan.
Perkembangan merujuk pada pola
kontinuitas dan perubahan dalam kemampuan manusia yang terjadi dalam kehidupan.
Mayoritas perkembangan meliputi pertumbuhan, meskipun juga membahas penurunan
(misalnya, kemampuan fisik dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia).
Psikologi perkembangan tertarik untuk mempelajari perubahan individu secara
fisik maupun psikologis seiring pertambahan usia. Perubahan-perubahan ini
terjadi dalam tiga tingkat yang berbeda:
Ø Proses fisik meliputi
perubahan pada sisi biologis individu.
Ø Proses kognitif meliputi
perubahan pada pikiran, kecerdasan, dan Bahasa individu.
Ø Proses
sosioemosional meliputi perubahan dalam hubungan
individu dengan orang lain, dalam emosi dan dalam kepribadian.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
yang perlu diketahui tentang perkembangan manusia
2. Faktor
apa saja yang mempengaruhi perkembangan manusia
1.3 Tujuan
1. Mengetahui
pengertian perkembangan manusia
2. Mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia
BAB
II
TINJAUAN
MATERI
2.1
NATURE
DAN NURTURE
Sifat bawaan
(nature) merujuk pada warisan
biologis individu, terutama gen yang dimiliki. Bentukan (nurture) merujuk
pada lingkungan dan pengalaman sosialindividu. Genotip (warisan genetika
individu materi genetika individu yang sebenarnya). Fenotip (karakteristik yang
dapat diamati dari individu). Fenotip memperlihatkan kontribusi faktor nature (warisan genetic) dan nurture (lingkungan). Genotip bisa
ditunjukkan dengan berbagai cara, tergantung pada lingkungan dan karakteristik
dari genotif itu sendiri. Misalnya, gen resesif, meskipun bagian bagian dari
genotip gen resesif tidak akan pernah muncul dalam fenotip jika dipasangkan
dengan gen dominan.
Sebuah penggambaran bagi peran pengaruh
lingkungan pada tampilan genetika adalah kondisi yang disebut feniketonuria (phenylketonuria-PKU).
Disebabkan oleh dua gen resesif PKU menghasilkan ketidakmampuan untuk melakukan
metabolism terhadap asam amino fenilalanin (komponen utama dari pemanis buatan,
aspartame, banyak digunakan pada minuman ringan dan produk lainnya). Genotip
untu PKU akan menyebabkan fenotip tertentu: kerusakan otak yang tidak dapat
diperbaiki, gangguan perkembangan dan kejang.
PKU menunjukkan bahwa karakteristik
manusia yang dapat diamati dan diukur(fenotip) bisa jadi tidak mencerminkan
genetika (genotip) yang dimiliki dengan sangat tepat karena pengalaman. Sebaliknya,
untuk setiap gentop, serangkaian fenotip muncul, tergantung pada faktor faktor
lingkungan.
Salah satu faktor yang harus
dipertimbangkan dalam proses perkembangan adalah pengembang itu sendiri.
Apakah
Peran Pengembang dalam Perkembangan?
Nature dan nurture memiliki setidaknya
satu kesamaan.oleh karena kita tidak bias memiliki gen kita atau memiliki siapa
orang tua kita,sepertinya setiap dari kita terjebak dalam gen dan lingkungan yang kita peroleh
ketika lahir.
Apakah
Pengalam Hidup Di Awal atau Akhir Kehidupan yang Lebih Penting bagi Perkembangan
Psikologi perkembangan memperdebatkan
mengenai pengalaman awal aau pengalanan akhir yang lebih penting (Dixon dkk,
2013; Kagan, 2013). Beberapa dari mereka meyakini, terkecuali pada bayi bahwa
penerima perhatian yang hangat dan cukup pada tahun pertama kehidupan akan mengakibatkan individu
tidak bias berkembang secara penuh ( Cassidiy dkk, 2011).
2.2
PERKEMBANGAN
ANAK
Pada
bagian ini kita berfokus pada tiga proses dasar perkembanga fisik-kognetif ,dan
sosioemosional-pada anak-anak.untuk memahami anak-anak dalam semua dimensi,kita
harus memulainya sebelum masa tersebut dimulai,yakni perkembangan prenatal.
Perkembangan Prenatal
Perkembangan prenatal merupakan masa
perubahan yang menakjubkan,dimulai dengan konsepsi.konsepsi terjadi ketika satu
sel sperma dari pria bersatu dengan sel telur wanita (ovum) untuk menghasikan
zigo,sel tunggal yang mengandung 23 kromosom dari ibu 23 kromosom dari ayah.
Proses
perkembangan prenatal
Perkembangan dari zigot menjadi janin terbagi
atas tiga periode
Ø Periode
germinal- minggu 1dan 2: priode germilang ini dimulai dengan konsepsi.setelah 1
minggu dan banyak sel membelah,zigot dibentuk oleh 100-150 sel.pada akhir
minggu kedua,massa ari sel tersebut telah melekat pada dinding uterus.
Ø Periode
embrio-minggu 3 hingga8:tingkat diferensiasi sel semakin intens,sistem
pendukung untuk sel tersebut berkembang,dan mulai muncul organ.pada minggu
ketiga tabung neural,yang pada akhirnya
akan menjadi sumsum tulang belakang,mulai terbentuk.dalam 28 hari setelah
konsepsi,tabung neural ini terbentuk dan
menutup,melindungi isi embrio.pada akhir periode embrio ini,jantung mulai
berdetak,lengan dan kaki semakin terdiferensiasi,wajah mulai terbentuk,dan
saluran usus mulai muncul.
Ø Periode
fetal-bulan ke-2sampai 9:pada usia 2 bulan,janin berukuran sebesar kacang merah
dan mulai bergerak.pada usia 4 bulan,janin memiliki panjang 5 inci dan besar
sekitar 5 ons.pada usia 4 bulan,janin tersebut tumbuh hingga 1,5 pon.tiga bulan
masa kehamilan adalah saat aktivitas organ meningkat,dan janin mencapai berat
dan ukuran tertentu.
Ancaman terhadap janin
Teratogen adalah segala sesuatu yang
bisa menyebabkan kecacatan lahir.teratogen meliputi zat-zat kimia yang berasal
dari sang ibu(seperti nikotin jika sang ibu merokok dan alcohol jika sang ibu
mengonsumsi alkohol),serta penyakit tertentu (seperti rubella atau campak
jerman) zat-zat yang dikomsumsi oleh sang ibu bapak menyebabkan kecacatan lahir
yang serius (hutson dkk,2013;matlow dkk,2013).
Perkembangan fisik pada bayi dan
masa kanak-kanak
Bayi manusia adalah makhluk yang paling
tidak berdaya di dunia.salah satu alasannya adalah mereka dilahirkan dalam
keadaan yang belum sepenuhnya terbangun.otak kita yang membedakan manusia dan
hewan.mengeluarkan otak yang besar tersebut melalui saluran kelahiran adalah
tantangan tersendiri yang diatasi oleh alam dengan cara melahirkan bayi dari
kandungan sebelum otak tersebut sepenuhnya berkembang.bulanbulan dan
tahun-tahun pertama dalam kehidupan bayi memberikan kesempatan kepadanya untuk
menyelesaikan perkembangan orang yang penting.
Kecakapan motorik dan persepsi
Bayi merupakan pengembang aktif,dan
kecakapan motorik serta persepsi mereka berkembang bersamaan dan saling
mendukung satu sama lain.oleh karena bayi dapat melihat mainan baru,dan ingin
meraih mainan tersebut,dan motivasi untuk melakukan hal ini dapat mempercepat
perkembangan kemampuan motoriaknya.
Otak
Ketika
bayi bermain,menggoyang-goyangkan mainan,tersenyum,dan tertawa,otaknya berubah
secara signifikan.pada saat dilahirkan dan di masa awal kehidupannya,100 miliar
neuron otak hanya memiliki sedikit koneksi.pada 2 tahun pertama kehidupannya,dendrit
neuron akan mulai muncul,dan neuron menjadi lebih jauh
terkoneksi.mielinesi,proses penyelubungan akson dengan sel lemak(sehubung
meilin),dimulai pada masa prenatal dan terus berlanjut sampai bayi lahir hingga
remaja dan dewasa awal (buttermore,thaxton,&Bhat,2013).
Penelitian pencitraan-otak menjelaskan bahwa
otak anak-anak juga mengalami perubahan anatomi yang luar biasa
(Zelazo,2013).pemindaian otak anak secara berulang kali hingga anak tersebut
berusia 4 tahun menunjukkan bahwa jumlah materi otak pada beberapa area
meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun,yang diikuti menghilangnya
lapisan-lapisan sel yang tidak diperlukan secara drastis sehingga otak dapat
mengorganisasi dirinya.
PERKEMBANGAN
KOGNITIF PADA MASA KANAK-KANAK
Perkembangan
kognitif merujuk pada perubahan proses
pikiran.bahasa,dan kecerdasan seiring semakin matangnya individu.kognitif
merujuk pada cara individu berpikir serta kemampuan dan kecakapan kognitif
mereka.pada bagian ini kita membahas salah satu teori terpenting dalam
psikologi-yang dikemukakan oleh jean piaget (1896-1980),psikologi perkembangan
berkebangsaan swiss yang terkenal.selain itu,kita juga membahas alternatif dari
pandangan piaget dan pendekatan pemrosesaninformai yang terbaru atas perkembangan
kognitif.
Teori piaget tentang perkembangan
kognitif
Piaget(1952)menjelaskan
dua proses yang berperan dalam perkembangan skema
·
Asimilasi
terjadi ketika individu menyatukan informasi baru ke dalam pengalaman yang
ada:Berharap dengan pengalaman baru,individu menerapkan cara-cara lama untuk
melakukan sesuatu.
·
Akomodasi
terjadi ketika individu menyesuaikan skema mereka dengan informasi baru
dibandingkan menggunakan metode lama untuk melakukan sesuatu,pengalaman baru
mendukung cara-cara baru untuk menghadapi berbagai pengalam.
Menurut piaget,kita menjalani empat
tahap dalam memahami dunia.masingmasing tahap melibatkan cara yang berbeda
secara kualitatif untuk memahami dunia.
Tahap
Sensoris-Motorik tahap perkembangan pertama dari piaget,tahap
sensorismotori,berlangsung sejak bayi dilahirkan hingga berusia 2 tahun.pada
tahap ini bayi membangun pemahaman mengenai dunia dengan menggoordinasikan
pengalaman sensoris (seperti melihat dan mendengar)dengan pengalaman motorik
(fisik)sehingga distilahkan sebagai sensoris-motorik.bayi masih memiliki sedikit pola refleks yang bisa
digunakan.pada akhir tahap ini,anak berusia 2 tahun memperlihatkan pola
sensoris.
§ Tahap Praoperasional.
Tahap
kedua dalam perkembangan kognitif piaget adalah tahap praopersional,yang
terjadi pada usia 2-7 tahun.pikiran praoperasional ini cenderung lebih simbolis
dibandingkan pikiran sensoris-motorik.pada usia prasekolah,anak-anak mulai
mereprentasikan dunianya dengan kata-kata,gambar,dan lukisan.
§ Tahap Konkret Operasional.
Tahap konkret operasional(7-11 tahun) dari piaget meliputi penggunaan operasi
dan mengganti penalaran intuituf dengan penalaran logis dalam situasi
konkret.Anak-anak dalam tahap konkret operasional berhasil menjawab pertanyaan
mengenai eksperimen gelas kimia di atas.mereka dapat membayangkan operasi
pembalikan penuangan cairan kembalikan ke gelas yang belih besar.banyak operasi
konkret yang didentifikasikan oleh piaget terkait dengan ciri dari objek
tersebut.misalnya,ketika bermain dengan lilin play-doh,anak-anak pada tahap
konkret operasional menyadari bahwa
perubahan bentuk pada lilin tersebut tidak mengubah banyaknya lilin.
§ Tahap Formal Operasional.
individu memasuki tahap formal opersional perkembangan kognitif pada usia 11-15
tahun.tahap ini terus berlanjut hingga masa dewasa.pikiran formal operasional
lebih abstrak dan logis dibandingkan pikiran konkret operasional.hal terpenting
adalah pikiran formal operasional meliputi tentang hal hal yang tidak
kongret,membuat prediksi,dan menggunakan logika untuk membuat hipoteis mengenai
masa depan.
MENGEVALUASI
TEORI PIAGET
Piaget memulai
cara baru untuk melindungi melihat cara baru untuk melihat perkembangan pikiran
manusia(P.H.Miller,2011).kita banyak berutang kepada piaget atas berbagai konsep luar biasa yang dia
kemukakan.kita juga beruntang mengenai pandangan yang masih dipegang sampai
sekarang bahwa anak merupakan seorang pemikiran yang aktif dan konstruktif yang
memainkan peran dalam perkembangan mereka sendiri.
BAILLARGEON: PENDEKATAN
NATIVIS TERHADAP KOGNISI BAYI
Renee baillargeon membuktikan bahwa bayi
sejak berusia 3 bulan telah mengetahui bahwa objek tetap ada meskipun
tersembunyi,dan bayi yang masih sangat muda ini memiliki ekspektasi mengenai
objek tersebut di dunia yang terlihat sedikit lebih kompleks dari pada yang
diungkapkan oleh piaget (baillaegeon,2004;baillargeon,scott,&he,2010;baillargeon
dkk,2012;luo,kaurman,&baillargeon,2009).
TEORI KOGNITIF
SOSIOKULTURAL DARI VYGOTSKY
Piaget
mengesampingkan bahwa kultur dan pendidikan memainkan peran penting dalam
perkembangan kognitif anak.Bagi piaget,hanya interaksi aktif anak dengan dunia
fisik yang di perlukan untuk menjalani tahapan-tahapan yang ia
sebutkan.psikologi rusia,lev Vygotsky(1962)mengambilkan sudut pandang.
Menurut
Vygotsky,anak merupakan pemikiran baru yang berkembang ketika mereka
berinteraksi dalam dialog dengan sosok lain yang memiliki lebih banyak
pengetahuan dan pengalaman,seperti orang tua dan guru
(Danies,2011;Holzaman,2009).
TEORI
PEMROSESAN-INFORMASI
Teori
pemrosesan-informasi dalam perkembangan berfokus pada cara individu mengodekan
informasi,memanipulasi,menciptakan strategi untuk menghadapi situasisituasi
tersebut(R.R sigler,2012;dkk,2013).berlawanan dengan penekanan piaget tahap
perkembangan kognitif yang luas,teori pemrosesan-informasi berfokus pada
prosesproses khusus dalam kognitif,seperti memori,yang telah kita bahas pada
bab sebelumnya.
PERKEMBANGAN
SOSIOEMOSIONAL PADA BAYI DAN ANAK-ANAK
ketika kita
mengobservasi bayi baru lahir dari balik jendela ruang rawat bayi,satu hal yang
jelas:manusia berbeda suatu sama lain dalam hal sikap emosional sejak awal
kehidupan beberapa individu lebih santai dan beberapa indivitu cenderung
tertekan.lebih jauh,pada masa awal kehidupan,bayi menghadapi sebuah jaringan
social yang akan memainkan peran penting ketika mereka mengembangkan pemahaman
mereka tentang diri dan dunia.untuk memulai eksplorasi kita tentang aspek
sosioemosional dalam oerkembangan,pertama-tama kita berfokus pada materi dasar
dari emosional dan karakteristik.sosial yang muncul pada awal
kehidupan-tempperamen dan keletakan bayi.
Temperamen
Tempereramen
merujuk pada gaya perilaku individu dan karakteristik cara merepons.ada beberapa cara
untuk menandai temperamen bayi.misalnya,psikiater,alexander
chess dan stella Thomas (1977.1996), mengidentifikasi tiga jenis dasar dari
temperamen pada anak-anak:
v Anak
yang mudah (easy child) ,secara umum memiliki suasana hati yang positif,cepat
membangun kebiasaan rutin pada masa kanak-kanak,dan mudah beradaptasi dengan
pengalaman baru.
v Anak
yang sulit(difficult child),cenderung bereaksi negatif dan sering
menangis,terlibat dalam kegiatan yang tidak rutin dalam kesehariannya,dan
lambat menerima pengalaman baru.
v Anak
yang lambat (slow-to-warm-up child) memiliki tingkat kegiatan yang
rendah,cenderung negtaif,seperti kurang fleksibel,dan sangat ketika menghadapi
pengalaman baru.
Kelekatan
Selain
memerlukan nutrisi dan tempat tinggal,bayi juga memerlukan interaksi social
yang hangat untuk bertahan hidup dan berkembang.sebelum penelitian terdahulu
yang dilakukan oleh Herry Harlow(1958)menunjukkan pentingnya kontak yang hangat
Peneliti
Herry Harlow ini penting karena menunjukkan bahwa kenyamanan kontak,dan bukan
makanan,adalah penting bagi kelekatan bayi dengan pengasuh hasil peneliti ini
menjadi landasan penetapan tahapan pemahaman moderen kita mengenai peran
penting dari kontak fisik yang hangat antara bayi pengasuhnya.
TEORI
ERIKSON MENGENAI PERKEMBANGAN SOSIOEMOSIONAL
Erik
erikson (1902-1994)mengajukan delapan tahap perkembangan psikososisal semenjak
bayi hingga usia tua.dalam tahap terjadi
terakhir terjadi pada masa remaja dan dewasa.
Teori
erikson sangan penting karena membahas perkembangan sosioemosional sebagai
suatu proses dalam kehidupan, yang ditandai dengan pencapaian-pencapaian
perkembangan penting pada usia muda dan dewasa hingga tua,setiap tahap yang
diajukan oleh erikson merepresentasikan sebuah tugas perkembangan yang harus
dikuasai oleh individu pada suatu waktu dalam rentang kehidupan.
PERKEMBANGAN
SOSIOEMOSIONAL PADA BAYI DAN ANAK-ANAK DARI TRUST KE INDUSTRY
Kita
mempelajari tahapan-tahapan erikson pada masa remaja dan dewasa pada bagian
lain dalam bab ini.empat tahap yang terjadi pada masa kanak-kanak adalah:
▪ Trust
versus mistrust:kepercayaaan terbangun pada masa bayi(lahir hingga 18
bulan)ketika kebutuhan dasar bayi-seperti rasa nyaman,makanan,dan
kehangata-dipenuhi oleh pengasuh yang responsive dan sensitif.
▪ Autonomy
versus shame and doubt:pada masa belita(18 bulan hingga 3 tahun),anak-anak
dapat mengembangkan perasaan mandiri dan otonomi yang positif atau perasaan
malu dan ragu-ragu yang negative.dalam pencarian otonomi,mereka cenderung
mengembangkan rasa mandiri yang sangat kuat.
MENGEVALUASI
TEORI ERIKSON
Seperti
teori piaget,kesimpilan yang ditarik oleh erikson mendapatkan
kritikan(kroget,2007).erikson banyak melakukan penelitian studi kasus,yang oleh
orang ditolak sebagai dasar atas pendekatannya.para kritikus juga berpendapat
bahwa usaha erikson untuk menangkap setiap tahap perkembangan dengan konsep
tunggal akan mengesaampingkan tugas-tugas perkembangan peting yang
lain.misalnya,seperti yang akan kita lihat,erikson berkata bahwa tugas utama
untuk individu usia dewasa awal adalah mengatasi konflik antara kerintiman
dengan isolasi,sementara tugas perkembangan penting lain pada tahap
perkembangan ini adalah seputar kerier dan perkerjaan.
Pola asuh dan perkembangan
sosioemosional pada masa kanak-kanak
Beberapa
penilitian berusaha untuk mengidentifikasi pola asuh terkait dengan
hasil
perkembangan yang positif.diana baumrind(1991,1993-2012)menjelaskan
empat
gaya dasar interaksi antara orang tua dan anak.
§ Pola
asuh authoritariam adalah kaku dan penuh hukuman.
§ Pola
asuh authoritative adalah mendorong anak untuk menjadi mandiri namun masih
menempatkan batasan dan kontrol terhadap perilaku.
§ Pola
asuh neglectful ditunjukkan dengan kurangnya keterlibatan orang tua dalam
kehidupan anak
§ Pola
asuh permissive melibatkan pemberian sedikit batasan terhadap perilaku
anak.orang tua yang permissive memberikan anak melakukan hal yang diinginkan.
Perkembangan
moral pada anak-anak
Aspek
lain perkembangan social yang dipelajari oleh psikologi adalah cara individu
menjadi individu yang berkarakter-individu yang berperilaku sesuai moral.aspek
perkembangan ini menampilkan teori perkembangan psikologi klasik lain yang
diungkapkan oleh Lawrence
kohlbeng(1927-1987).perkembangan moral melibatkan perubahan usia yang
berhubungan dengan pikiran,perasaan, dan perilaku terkait dengan
prinsip-prinsip dan nilai yang memberikan petunjuk atas hal yang seharusnya
dilakukan oleh individu.
TEORI KOHLBERG
Kohlberg (1958)mengawali penelitiannya
mengenai pemikiran moral dengan menciptakan serangkaian cerita dan mengajukan
pertanyaan mengenai cerita tersebut kepada anak-anak,remaja dan dewasa.tahapan
perkembangan moral dari Kohlberg terdiri atas tiga tingkat umum
1. Prakonvensional:penalaran
moral individu terutama berlandaskan pada konsekuensi dan perilaku dan hukuman
serta imbalan dari dunia eksternal.
2. Konvensional:individu
patuh terhadap standar yang dipejaran dari orang tua hukum masyarakat.
3. Pascakonvensional:individu
melihat kemungkinan pandangan moral yang lain mengeksplorasi pilihan yang ada,
dan kemudian mengembangkan kode moral personal yang semakin baik.
Kohlberg meyakini bahwa perkembangan
moral mengalami kemajuan karena kedewasaan pikiran,ketersediaan kesempatan
untuk mengambil peran,dankesempatan untuk mendiskusikan masalah moral dengan
individu yang bahwa pada suatu tahap yang berada di atas tahap yang lain.
BAB
III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Perkembangan adalah bertambahnya
kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang
teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan.
Perkembangan merujuk pada pola
kontinuitas dan perubahan dalam kemampuan manusia yang terjadi dalam kehidupan.
Mayoritas perkembangan meliputi pertumbuhan, meskipun juga membahas penurunan
(misalnya, kemampuan fisik dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia).
Psikologi perkembangan tertarik untuk mempelajari perubahan individu secara
fisik maupun psikologis seiring pertambahan usia. Perubahan-perubahan ini
terjadi dalam tiga tingkat yang berbeda:
1.
Proses fisik
meliputi perubahan pada sisi biologis individu.
2.
Proses kognitif
meliputi perubahan pada pikiran, kecerdasan, dan Bahasa individu.
3.
Proses
sosioemosional meliputi perubahan dalam hubungan individu dengan orang lain,
dalam emosi dan dalam kepribadian.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda