Selasa, 25 Februari 2020

PERKEMBANGAN MANUSIA I /LisanaSh


Makalah Psikologi Umum
“PERKEMBANGAN MANUSIA I”
DISUSUN OLEH :

Nurul Suhaila              
Iga Dara Fonna            
Adinda Pitaloka           
  
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI 


KATA PENGANTAR

          Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan segala rahmat dan hidayah-Nya serta kesehatan dan kesempatan kepada penulis serta mampu menyelesaikan tugas makalah Psikologi Umum dengan judul “PERKEMBANGAN MANUSIAN I” sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
          Kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Psikologi Umum serta semua anggota kelompok yang telah bekerja keras dalam proses penyelesaian makalah ini dan juga kepada pihak-pihak yang telah memberikan saran dan arahan penulis dalam penyusunan makalah ini.
           Makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, mengingat referensi yang kami dapatkan masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini dimasa mendatang.




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………… i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………... ii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………. 1
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………  1
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………… 1
1.3.Tujuan………………………………………………………...…………... 1
BAB II TINJAUAN MATERI……………………………………………………… 2
2.1 Nature dan Nurture…………………………………………………………2
2.2 Perkembangan Anak……………………………………………………….3
BAB III PENUTUP………………………………………………...………………..12
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………….12
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………...….. 13











BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
       Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan.
       Perkembangan merujuk pada pola kontinuitas dan perubahan dalam kemampuan manusia yang terjadi dalam kehidupan. Mayoritas perkembangan meliputi pertumbuhan, meskipun juga membahas penurunan (misalnya, kemampuan fisik dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia). Psikologi perkembangan tertarik untuk mempelajari perubahan individu secara fisik maupun psikologis seiring pertambahan usia. Perubahan-perubahan ini terjadi dalam tiga tingkat yang berbeda:
Ø  Proses fisik meliputi perubahan pada sisi biologis individu.
Ø  Proses kognitif meliputi perubahan pada pikiran, kecerdasan, dan Bahasa individu.
Ø  Proses sosioemosional meliputi perubahan dalam hubungan individu dengan orang lain, dalam emosi dan dalam kepribadian.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang perlu diketahui tentang perkembangan manusia
2.      Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan manusia

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui pengertian perkembangan manusia
2.      Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia


BAB II
TINJAUAN MATERI
2.1                 NATURE DAN NURTURE
      Sifat bawaan (nature) merujuk pada warisan biologis individu, terutama gen yang dimiliki. Bentukan (nurture) merujuk pada lingkungan dan pengalaman sosialindividu. Genotip (warisan genetika individu materi genetika individu yang sebenarnya). Fenotip (karakteristik yang dapat diamati dari individu). Fenotip memperlihatkan kontribusi faktor nature (warisan genetic) dan nurture (lingkungan). Genotip bisa ditunjukkan dengan berbagai cara, tergantung pada lingkungan dan karakteristik dari genotif itu sendiri. Misalnya, gen resesif, meskipun bagian bagian dari genotip gen resesif tidak akan pernah muncul dalam fenotip jika dipasangkan dengan gen dominan.
Sebuah penggambaran bagi peran pengaruh lingkungan pada tampilan genetika adalah kondisi yang disebut feniketonuria (phenylketonuria-PKU). Disebabkan oleh dua gen resesif PKU menghasilkan ketidakmampuan untuk melakukan metabolism terhadap asam amino fenilalanin (komponen utama dari pemanis buatan, aspartame, banyak digunakan pada minuman ringan dan produk lainnya). Genotip untu PKU akan menyebabkan fenotip tertentu: kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki, gangguan perkembangan dan kejang.
PKU menunjukkan bahwa karakteristik manusia yang dapat diamati dan diukur(fenotip) bisa jadi tidak mencerminkan genetika (genotip) yang dimiliki dengan sangat tepat karena pengalaman. Sebaliknya, untuk setiap gentop, serangkaian fenotip muncul, tergantung pada faktor faktor lingkungan.
Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses perkembangan adalah pengembang itu sendiri.

Apakah Peran Pengembang dalam Perkembangan?
Nature dan nurture memiliki setidaknya satu kesamaan.oleh karena kita tidak bias memiliki gen kita atau memiliki siapa orang tua kita,sepertinya setiap dari kita terjebak  dalam gen dan lingkungan yang kita peroleh ketika lahir.

Apakah Pengalam Hidup Di Awal atau Akhir Kehidupan yang Lebih Penting bagi Perkembangan
Psikologi perkembangan memperdebatkan mengenai pengalaman awal aau pengalanan akhir yang lebih penting (Dixon dkk, 2013; Kagan, 2013). Beberapa dari mereka meyakini, terkecuali pada bayi bahwa penerima perhatian yang hangat dan cukup pada tahun  pertama kehidupan akan mengakibatkan individu tidak bias berkembang secara penuh ( Cassidiy dkk, 2011).

2.2                    PERKEMBANGAN ANAK
Pada bagian ini kita berfokus pada tiga proses dasar perkembanga fisik-kognetif ,dan sosioemosional-pada anak-anak.untuk memahami anak-anak dalam semua dimensi,kita harus memulainya sebelum masa tersebut dimulai,yakni perkembangan prenatal.

 Perkembangan Prenatal
         Perkembangan prenatal merupakan masa perubahan yang menakjubkan,dimulai dengan konsepsi.konsepsi terjadi ketika satu sel sperma dari pria bersatu dengan sel telur wanita (ovum) untuk menghasikan zigo,sel tunggal yang mengandung 23 kromosom dari ibu 23 kromosom dari ayah.

Proses perkembangan prenatal
 Perkembangan dari zigot menjadi janin terbagi atas tiga periode
Ø  Periode germinal- minggu 1dan 2: priode germilang ini dimulai dengan konsepsi.setelah 1 minggu dan banyak sel membelah,zigot dibentuk oleh 100-150 sel.pada akhir minggu kedua,massa ari sel tersebut telah melekat pada dinding uterus.
Ø  Periode embrio-minggu 3 hingga8:tingkat diferensiasi sel semakin intens,sistem pendukung untuk sel tersebut berkembang,dan mulai muncul organ.pada minggu ketiga  tabung neural,yang pada akhirnya akan menjadi sumsum tulang belakang,mulai terbentuk.dalam 28 hari setelah konsepsi,tabung neural ini terbentuk  dan menutup,melindungi isi embrio.pada akhir periode embrio ini,jantung mulai berdetak,lengan dan kaki semakin terdiferensiasi,wajah mulai terbentuk,dan saluran usus mulai muncul.
Ø  Periode fetal-bulan ke-2sampai 9:pada usia 2 bulan,janin berukuran sebesar kacang merah dan mulai bergerak.pada usia 4 bulan,janin memiliki panjang 5 inci dan besar sekitar 5 ons.pada usia 4 bulan,janin tersebut tumbuh hingga 1,5 pon.tiga bulan masa kehamilan adalah saat aktivitas organ meningkat,dan janin mencapai berat dan ukuran tertentu.


Ancaman terhadap janin
          Teratogen adalah segala sesuatu yang bisa menyebabkan kecacatan lahir.teratogen meliputi zat-zat kimia yang berasal dari sang ibu(seperti nikotin jika sang ibu merokok dan alcohol jika sang ibu mengonsumsi alkohol),serta penyakit tertentu (seperti rubella atau campak jerman) zat-zat yang dikomsumsi oleh sang ibu bapak menyebabkan kecacatan lahir yang serius (hutson dkk,2013;matlow dkk,2013).


Perkembangan fisik pada bayi dan masa kanak-kanak
    Bayi manusia adalah makhluk yang paling tidak berdaya di dunia.salah satu alasannya adalah mereka dilahirkan dalam keadaan yang belum sepenuhnya terbangun.otak kita yang membedakan manusia dan hewan.mengeluarkan otak yang besar tersebut melalui saluran kelahiran adalah tantangan tersendiri yang diatasi oleh alam dengan cara melahirkan bayi dari kandungan sebelum otak tersebut sepenuhnya berkembang.bulanbulan dan tahun-tahun pertama dalam kehidupan bayi memberikan kesempatan kepadanya untuk menyelesaikan perkembangan orang yang penting.


Kecakapan motorik dan persepsi 
        Bayi merupakan pengembang aktif,dan kecakapan motorik serta persepsi mereka berkembang bersamaan dan saling mendukung satu sama lain.oleh karena bayi dapat melihat mainan baru,dan ingin meraih mainan tersebut,dan motivasi untuk melakukan hal ini dapat mempercepat perkembangan kemampuan motoriaknya.

Otak
Ketika bayi bermain,menggoyang-goyangkan mainan,tersenyum,dan tertawa,otaknya berubah secara signifikan.pada saat dilahirkan dan di masa awal kehidupannya,100 miliar neuron otak hanya memiliki sedikit koneksi.pada 2 tahun pertama kehidupannya,dendrit neuron akan mulai muncul,dan neuron menjadi lebih jauh terkoneksi.mielinesi,proses penyelubungan akson dengan sel lemak(sehubung meilin),dimulai pada masa prenatal dan terus berlanjut sampai bayi lahir hingga remaja dan dewasa awal (buttermore,thaxton,&Bhat,2013).
 Penelitian pencitraan-otak menjelaskan bahwa otak anak-anak juga mengalami perubahan anatomi yang luar biasa (Zelazo,2013).pemindaian otak anak secara berulang kali hingga anak tersebut berusia 4 tahun menunjukkan bahwa jumlah materi otak pada beberapa area meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun,yang diikuti menghilangnya lapisan-lapisan sel yang tidak diperlukan secara drastis sehingga otak dapat mengorganisasi dirinya.


PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA MASA KANAK-KANAK
Perkembangan kognitif  merujuk pada perubahan proses pikiran.bahasa,dan kecerdasan seiring semakin matangnya individu.kognitif merujuk pada cara individu berpikir serta kemampuan dan kecakapan kognitif mereka.pada bagian ini kita membahas salah satu teori terpenting dalam psikologi-yang dikemukakan oleh jean piaget (1896-1980),psikologi perkembangan berkebangsaan swiss yang terkenal.selain itu,kita juga membahas alternatif dari pandangan piaget dan pendekatan pemrosesaninformai yang terbaru atas perkembangan kognitif.

Teori piaget tentang perkembangan kognitif
Piaget(1952)menjelaskan dua proses yang berperan dalam perkembangan skema 
·         Asimilasi terjadi ketika individu menyatukan informasi baru ke dalam pengalaman yang ada:Berharap dengan pengalaman baru,individu menerapkan cara-cara lama untuk melakukan sesuatu.
·         Akomodasi terjadi ketika individu menyesuaikan skema mereka dengan informasi baru dibandingkan menggunakan metode lama untuk melakukan sesuatu,pengalaman baru mendukung cara-cara baru untuk menghadapi berbagai pengalam.
       
          Menurut piaget,kita menjalani empat tahap dalam memahami dunia.masingmasing tahap melibatkan cara yang berbeda secara kualitatif untuk memahami dunia.
   Tahap Sensoris-Motorik tahap perkembangan pertama dari piaget,tahap sensorismotori,berlangsung sejak bayi dilahirkan hingga berusia 2 tahun.pada tahap ini bayi membangun pemahaman mengenai dunia dengan menggoordinasikan pengalaman sensoris (seperti melihat dan mendengar)dengan pengalaman motorik (fisik)sehingga distilahkan sebagai sensoris-motorik.bayi  masih memiliki sedikit pola refleks yang bisa digunakan.pada akhir tahap ini,anak berusia 2 tahun memperlihatkan pola sensoris.
§  Tahap Praoperasional. Tahap kedua dalam perkembangan kognitif piaget adalah tahap praopersional,yang terjadi pada usia 2-7 tahun.pikiran praoperasional ini cenderung lebih simbolis dibandingkan pikiran sensoris-motorik.pada usia prasekolah,anak-anak mulai mereprentasikan dunianya dengan kata-kata,gambar,dan lukisan.
§  Tahap Konkret Operasional. Tahap konkret operasional(7-11 tahun) dari piaget meliputi penggunaan operasi dan mengganti penalaran intuituf dengan penalaran logis dalam situasi konkret.Anak-anak dalam tahap konkret operasional berhasil menjawab pertanyaan mengenai eksperimen gelas kimia di atas.mereka dapat membayangkan operasi pembalikan penuangan cairan kembalikan ke gelas yang belih besar.banyak operasi konkret yang didentifikasikan oleh piaget terkait dengan ciri dari objek tersebut.misalnya,ketika bermain dengan lilin play-doh,anak-anak pada tahap konkret  operasional menyadari bahwa perubahan bentuk pada lilin tersebut tidak mengubah banyaknya lilin.
§  Tahap Formal Operasional. individu memasuki tahap formal opersional perkembangan kognitif pada usia 11-15 tahun.tahap ini terus berlanjut hingga masa dewasa.pikiran formal operasional lebih abstrak dan logis dibandingkan pikiran konkret operasional.hal terpenting adalah pikiran formal operasional meliputi tentang hal hal yang tidak kongret,membuat prediksi,dan menggunakan logika untuk membuat hipoteis mengenai masa depan.


MENGEVALUASI TEORI PIAGET
Piaget memulai cara baru untuk melindungi melihat cara baru untuk melihat perkembangan pikiran manusia(P.H.Miller,2011).kita banyak berutang kepada piaget atas  berbagai konsep luar biasa yang dia kemukakan.kita juga beruntang mengenai pandangan yang masih dipegang sampai sekarang bahwa anak merupakan seorang pemikiran yang aktif dan konstruktif yang memainkan peran dalam perkembangan mereka sendiri.

BAILLARGEON: PENDEKATAN NATIVIS TERHADAP KOGNISI BAYI
Renee baillargeon membuktikan bahwa bayi sejak berusia 3 bulan telah mengetahui bahwa objek tetap ada meskipun tersembunyi,dan bayi yang masih sangat muda ini memiliki ekspektasi mengenai objek tersebut di dunia yang terlihat sedikit lebih kompleks dari pada yang diungkapkan oleh piaget  (baillaegeon,2004;baillargeon,scott,&he,2010;baillargeon dkk,2012;luo,kaurman,&baillargeon,2009).
TEORI KOGNITIF SOSIOKULTURAL DARI VYGOTSKY        
Piaget mengesampingkan bahwa kultur dan pendidikan memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif anak.Bagi piaget,hanya interaksi aktif anak dengan dunia fisik yang di perlukan untuk menjalani tahapan-tahapan yang ia sebutkan.psikologi rusia,lev Vygotsky(1962)mengambilkan sudut pandang.
Menurut Vygotsky,anak merupakan pemikiran baru yang berkembang ketika mereka berinteraksi dalam dialog dengan sosok lain yang memiliki lebih banyak pengetahuan dan pengalaman,seperti orang tua dan guru (Danies,2011;Holzaman,2009).

TEORI PEMROSESAN-INFORMASI 
Teori pemrosesan-informasi dalam perkembangan berfokus pada cara individu mengodekan informasi,memanipulasi,menciptakan strategi untuk menghadapi situasisituasi tersebut(R.R sigler,2012;dkk,2013).berlawanan dengan penekanan piaget tahap perkembangan kognitif yang luas,teori pemrosesan-informasi berfokus pada prosesproses khusus dalam kognitif,seperti memori,yang telah kita bahas pada bab sebelumnya.


PERKEMBANGAN SOSIOEMOSIONAL PADA BAYI DAN ANAK-ANAK
         ketika kita mengobservasi bayi baru lahir dari balik jendela ruang rawat bayi,satu hal yang jelas:manusia berbeda suatu sama lain dalam hal sikap emosional sejak awal kehidupan beberapa individu lebih santai dan beberapa indivitu cenderung tertekan.lebih jauh,pada masa awal kehidupan,bayi menghadapi sebuah jaringan social yang akan memainkan peran penting ketika mereka mengembangkan pemahaman mereka tentang diri dan dunia.untuk memulai eksplorasi kita tentang aspek sosioemosional dalam oerkembangan,pertama-tama kita berfokus pada materi dasar dari emosional dan karakteristik.sosial yang muncul pada awal kehidupan-tempperamen dan keletakan bayi.

Temperamen
Tempereramen merujuk pada gaya perilaku individu dan karakteristik cara merepons.ada   beberapa          cara      untuk   menandai         temperamen bayi.misalnya,psikiater,alexander chess dan stella Thomas (1977.1996), mengidentifikasi tiga jenis dasar dari temperamen pada anak-anak:
v  Anak yang mudah (easy child) ,secara umum memiliki suasana hati yang positif,cepat membangun kebiasaan rutin pada masa kanak-kanak,dan mudah beradaptasi dengan pengalaman baru.
v  Anak yang sulit(difficult child),cenderung bereaksi negatif dan sering menangis,terlibat dalam kegiatan yang tidak rutin dalam kesehariannya,dan lambat menerima pengalaman baru.
v  Anak yang lambat (slow-to-warm-up child) memiliki tingkat kegiatan yang rendah,cenderung negtaif,seperti kurang fleksibel,dan sangat ketika menghadapi pengalaman baru.

Kelekatan
Selain memerlukan nutrisi dan tempat tinggal,bayi juga memerlukan interaksi social yang hangat untuk bertahan hidup dan berkembang.sebelum penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Herry Harlow(1958)menunjukkan pentingnya kontak yang hangat
Peneliti Herry Harlow ini penting karena menunjukkan bahwa kenyamanan kontak,dan bukan makanan,adalah penting bagi kelekatan bayi dengan pengasuh hasil peneliti ini menjadi landasan penetapan tahapan pemahaman moderen kita mengenai peran penting dari kontak fisik yang hangat antara bayi pengasuhnya.


TEORI ERIKSON MENGENAI PERKEMBANGAN SOSIOEMOSIONAL
Erik erikson (1902-1994)mengajukan delapan tahap perkembangan psikososisal semenjak bayi hingga  usia tua.dalam tahap terjadi terakhir terjadi pada masa remaja dan dewasa.
Teori erikson sangan penting karena membahas perkembangan sosioemosional sebagai suatu proses dalam kehidupan, yang ditandai dengan pencapaian-pencapaian perkembangan penting pada usia muda dan dewasa hingga tua,setiap tahap yang diajukan oleh erikson merepresentasikan sebuah tugas perkembangan yang harus dikuasai oleh individu pada suatu waktu dalam rentang kehidupan.

PERKEMBANGAN SOSIOEMOSIONAL PADA BAYI DAN ANAK-ANAK DARI TRUST KE INDUSTRY
Kita mempelajari tahapan-tahapan erikson pada masa remaja dan dewasa pada bagian lain dalam bab ini.empat tahap yang terjadi pada masa kanak-kanak adalah:
  Trust versus mistrust:kepercayaaan terbangun pada masa bayi(lahir hingga 18 bulan)ketika kebutuhan dasar bayi-seperti rasa nyaman,makanan,dan kehangata-dipenuhi oleh pengasuh yang responsive dan sensitif.
  Autonomy versus shame and doubt:pada masa belita(18 bulan hingga 3 tahun),anak-anak dapat mengembangkan perasaan mandiri dan otonomi yang positif atau perasaan malu dan ragu-ragu yang negative.dalam pencarian otonomi,mereka cenderung mengembangkan rasa mandiri yang sangat kuat.

MENGEVALUASI TEORI ERIKSON
Seperti teori piaget,kesimpilan yang ditarik oleh erikson mendapatkan kritikan(kroget,2007).erikson banyak melakukan penelitian studi kasus,yang oleh orang ditolak sebagai dasar atas pendekatannya.para kritikus juga berpendapat bahwa usaha erikson untuk menangkap setiap tahap perkembangan dengan konsep tunggal akan mengesaampingkan tugas-tugas perkembangan peting yang lain.misalnya,seperti yang akan kita lihat,erikson berkata bahwa tugas utama untuk individu usia dewasa awal adalah mengatasi konflik antara kerintiman dengan isolasi,sementara tugas perkembangan penting lain pada tahap perkembangan ini adalah seputar kerier dan perkerjaan.

Pola asuh dan perkembangan sosioemosional pada masa kanak-kanak
Beberapa penilitian berusaha untuk mengidentifikasi pola asuh terkait dengan
hasil perkembangan yang positif.diana baumrind(1991,1993-2012)menjelaskan
empat gaya dasar interaksi antara orang tua dan anak.
§  Pola asuh authoritariam adalah kaku dan penuh hukuman.
§  Pola asuh authoritative adalah mendorong anak untuk menjadi mandiri namun masih menempatkan batasan dan kontrol terhadap perilaku.
§  Pola asuh neglectful ditunjukkan dengan kurangnya keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak
§  Pola asuh permissive melibatkan pemberian sedikit batasan terhadap perilaku anak.orang tua yang permissive memberikan anak melakukan hal yang diinginkan.

Perkembangan moral pada  anak-anak
Aspek lain perkembangan social yang dipelajari oleh psikologi adalah cara individu menjadi individu yang berkarakter-individu yang berperilaku sesuai moral.aspek perkembangan ini menampilkan teori perkembangan psikologi klasik lain yang diungkapkan oleh Lawrence  kohlbeng(1927-1987).perkembangan moral melibatkan perubahan usia yang berhubungan dengan pikiran,perasaan, dan perilaku terkait dengan prinsip-prinsip dan nilai yang memberikan petunjuk atas hal yang seharusnya dilakukan oleh individu.


TEORI KOHLBERG
Kohlberg (1958)mengawali penelitiannya mengenai pemikiran moral dengan menciptakan serangkaian cerita dan mengajukan pertanyaan mengenai cerita tersebut kepada anak-anak,remaja dan dewasa.tahapan perkembangan moral dari Kohlberg terdiri atas tiga tingkat umum
1.      Prakonvensional:penalaran moral individu terutama berlandaskan pada konsekuensi dan perilaku dan hukuman serta imbalan dari dunia eksternal.
2.      Konvensional:individu patuh terhadap standar yang dipejaran dari orang tua hukum masyarakat.
3.      Pascakonvensional:individu melihat kemungkinan pandangan moral yang lain mengeksplorasi pilihan yang ada, dan kemudian mengembangkan kode moral personal yang semakin baik.
Kohlberg meyakini bahwa perkembangan moral mengalami kemajuan karena kedewasaan pikiran,ketersediaan kesempatan untuk mengambil peran,dankesempatan untuk mendiskusikan masalah moral dengan individu yang bahwa pada suatu tahap yang berada di atas tahap yang lain.


BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan.
Perkembangan merujuk pada pola kontinuitas dan perubahan dalam kemampuan manusia yang terjadi dalam kehidupan. Mayoritas perkembangan meliputi pertumbuhan, meskipun juga membahas penurunan (misalnya, kemampuan fisik dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia). Psikologi perkembangan tertarik untuk mempelajari perubahan individu secara fisik maupun psikologis seiring pertambahan usia. Perubahan-perubahan ini terjadi dalam tiga tingkat yang berbeda:
1.      Proses fisik meliputi perubahan pada sisi biologis individu.
2.      Proses kognitif meliputi perubahan pada pikiran, kecerdasan, dan Bahasa individu.
3.      Proses sosioemosional meliputi perubahan dalam hubungan individu dengan orang lain, dalam emosi dan dalam kepribadian.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda