Selasa, 25 Februari 2020

Dasar Dasar Biologis dari Prilaku 2 /LisanaSh




BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Perilaku dimulai dari mengedipkan mata sampai bermain bola sampai menulis, tergantung pada integrasi banyak proses yang terjadi dalam tubuh. Integrasi ini dilakukan oleh saraf dengan bantuan sistem endokrin.
Banyak aspek dari perilaku dan fungsi mental dapat dipahami secara lebih baik dengan mengetahui proses biologi dasar. Sistem saraf kita, organ indra, otot dan kelenjar memungkinkan kita mengetahui dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Banyak dari perilaku dimotivasi oleh kebutuhan tertentu seperti rasa lapar, rasa haus dan menghindari kelelahan atau nyeri.
karakteristik itu. Yang paling signifikan otak sendiri dapat diubah oleh pengalaman.ketika Anda belajar keterampilan baru atau membuat suatu kebiasaan berpikir positif, sebenarnya Anda sedang membuka jalur otak yang baru. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai otak dan menelusuri dasar-dasar biologis yang penting dari perilaku manusia. Tujuan makalah ini adalah menerangkan tentang dasar-dasar biologis perilaku 2.


1.2       Rumusan  Masalah
1.2.1    Jelaskan tentang sistem endokrin?
1.2.2    Bagaimana hubungan genetika dan perilaku?
1.2.3   Bagaimana kaitan dasar dasar biologis dari psikologi dengan kesehatan dan             kesejahteraan?

1.3       Tujuan
1.3.1    Untuk mengetahui tentang sistem endokrin.
1.3.2    Untuk mengetahui tentang hubungan genetika dan prilaku.
1.3.3    Untuk mengetahui dasar dasar biologis dari psikologi dengan kesehatan dan kesejahteraan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Sistem Endokrin
            Sistem saraf bekerja sama dengan sistem tubuh lain yaitu sistem endokrin. Sistem endokrim terdiri dari seperangkat kelenjar yang mengatur aktivitas dari organ tertentu dengan cara melepaskan hasil zat kimianya ke dalam aliran darah. Kelenjar adalah organ atau lapisan di dalam tubuh yang memprouksi zat kima yang mengontrol berbagai fungsi/aktivitas tubuh. Kelenjar endokrin terdiri dari kelenjar pituitari, kelenjar tiroid dan paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, ovarium pada wanita dan testis pada pria. Pembawa zat kiam yang di hasilkan oleh kelenjar kelenjar ini di sebut hormon .
Aliaran darah membawa hormon ke seluruh bagian tubuh, dan membran dari setiap sel memiliki reseptor untuk satu atau beberapa hormon.

a.         Kelenjar Putuitari
Kelenjar yang serukuran biji kacang hijau yang terletak tepat di bawah hipotalamus, bertugas pengontrol pertumbuhan dan mengatur kelenjar yang lain. Bagian anterior (depan) dari putuitaridikenal sebagai kelenjar master karena hampir semua hormon yang di hasilkannya mengarahkan aktifitas dari kelenjar yang menjadi target di seluruh tubuh. Pada gilirannya, kelenjar putuitari anterior dikontrol oleh hipotalamus.
b.         Kelenjar adrenal
Terletak di atas setiap ginjal, bertugas mengantur suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan mengatasi stres. Setiap kelenjar adrenal mengeluarkan epinefrin (disebut juga adrenalin) dan norepinefrin (disebut juga noradrenalin). Tidak seperti kebanyakan hormon, epinefrin dan norepinefrin bertindak cepat. Epinefrin membantu membantu individu merasa siap untuk keadaan darurat dengan menyiapkan otot,jantung, perut,usus dan kelenjar keringat. Selain itu, epinefrin menstimulasi formasi retikuler, yang pada gilirannya membangkitkan sistem saraf simpatik, dan sistem ini secara bergantian membangkitkan kelenjar adrenal untuk menghasilkan lebih banyak epinefrin.
     Norepinefrin juga membuat indifidu siap dalam situasi darurat dengan cara berinteraksi dengan pituitari dan hati. Anda mungkin mengangat fusngsi neropinerin sebagai neurotranmiter ketika dilepaskan oleh neuron. Pada kelenjar adrenal, norepinefrin dilepaskan sebagai hormon. Pada kedua hal ini, norepinefrin mengirimkan informasi pada kasus pertama, ke neuron ; pada kasus ke dua ke kelenjar (Brooker dkk., 2010). Aktivitas kelenjar adrenal memainkan peran penting didalam stres dan kesehatan fisik (Dougal dk., 2013).

c.         Pankreas
Terletak di bawah perut, merupakan kelenjar yang menjalankan dua fungsi/ aktuvitas sekaligus, yaitu pencernaan dan endokrin. Bagian pankreas yang menjalankan fungsi endokrin menghasilkan sejumlah hormon, termasuk insulin. Bagian pankreas ini, pulau Langerhans, sibuk mengeluarkan hormon seperti sebuah pabrik kecil. Insulin merupakan hormon penting yang mengntrol tingkat glukosa (kadar gula darah) dalam tubuh dan terkait dengan metabolisme, berat tubuh, dan obesitas.

d.         Ovarium
Terletak di panggul pada kedua sisi uterus pada wanita, dan tetis, terletak pada skrotum pada pria, yang terkait dengan seks,dengan kelenjar endokrin yang memproduksi hormon terlibat dalam perkembangan seksual. Kelenjar ini juga terlibat dalam karakteristik dan perilaku lain.
Ilmuan saraf menemukan bahwa sistem saraf dan sistem endokrim saling terkoneksi dengan erat. Mereka mengetahui bahwa hipotalamus pada otak menghubungkan sitem saraf dan sistem endokrin dan bahwa ke dua sistem tersebut saling berkerja sama untuk mengontrol aktivitas tubuh (Boonen dkk., 2010). Mari ingat kembali bahwa sistem saraf otonom mengatur proses prose, seperti respirasi, detak jantung dan pencernaan. Sistem saraf otonom bertindak pada kelenjar endokrin untuk memprodkuksi sejumlah reaksi fisiologi pentig terhadap emosi yang kuat, seperti rasa takut dan marah.
Sistem endokrin sangat berbeda dari sistem saraf dalam berbagai hal. Bagian dari sistem endokrin tidak semuanya terkoneksi seperti bagian dari sistem saraf. Perbedaan lain, sistem endokrin bekerja lebih lamban dari pada sistem saraf, karena hormon di angkut dalam sistem saraf kita melalui sistem sirkulasi. Jantung kita melakukan kerja luar biasa untuk memompa darah ke seluruh tubuh, namun pergerakan darah jauh lebih pelan dibanding aliran impuls neural pada jalur cepat sistem saraf.

2.1.1    Genetika dan Perilaku
            Sebagai tambahan bagi otak dan sistem saraf, aspek lain dari fisiologis juga memiliki pengaruh bagi proses proses psikologis. Gen, poin utama dalam bagian ini, merupakan kontributor penting bagi proses ini (Belk & Maier, 2013). Pengaruh faktor nature (faktor genetika internal kita) dan narture (pengalaman eksternal kita) terhadap karakteristik psikologi telah lama mernarik perhatian psikologi.

•           Kromosom, Gen dan DNA
     Dalam tubuh manusia terdapat triliunan sel. Nukleus dari setiap sel manusia mengandung 46 kromosom, struktur seperti pegas yang terdiri dari 23 pasangan, dengan satu bagian dari setiap pasangan berasal dari masing masing orang tua biologis. Kromosom mengandung zat deoxyribonucleic acid (DNA), melekul kompleks yang membawa informasi genetika. Gen, unit informasi herefitas, adalah bagian pendek dari kromosom yang tersusun atas DNA.
Hubungan antara sel, kromosom, gen, dan DNA diilustrasikan di gambar dibawah.

     Gen mempunyai kode untuk menciptakan protein yang terdiri dari asam amino yang membentuk dasar bagi segala hal yang dilakukan oleh tubuh kita. Secara khusus, gen mengarahkan dan mengatur produksi protein. Meskipun setiap sel dalam tubuh kita berisi komplemen lengkap dari gen kita, gen lain juga aktif di dalam masing masing sel. Banyak gen mengodekan protein yang unik bagi sel tertentu dan memberikan identitas bagi sel tersebut.

•           Penelitian tentang Genetika
     Secara historis, genetika merupakan ilmu yang relatif baru. Ilmu ini bermula pada abat pertengahan ke-19, ketika biarawan berkembangsaan austria, Gregor Mendel, mempelajari hereditas pada generasi tanaman buncis. Dengan menyilangkan tanaman yang memiliki karakteristik berbeda dan mencatat karakteristik yang dihasilkan oleh penyilangan ini, Mendel menemukan pola hereditas yang dapat di prediksi, dan dari hal itulah, ia meletakkan dasar bagi ilmu genetika modern.
     Mendel menyatakan bahwa beberapa gen terlihat lebih sering muncul di bandingkan gen lain dalam karakteristik fisik organisme. Dalam beberapa pasang gen, terdapat satu gen yang dominan terhadap gen yang lain. Jika salah satu gen dari suatu pasangan brsifat dominan, dan salah satu gen bersifat resesif, prinsip gen dominan-resesif akan muncul, yang berarti bahwa gen yang dominan akan menutupi gen yang resesif-yaitu gen resesif tidak akan muncul. Gen resesif ini akan dapat menunjukan pengaruhnya jika kedua gen dalam satu pasangan sama sama resesif. Jika anda mewarisi gen resesif hanya dari satu orang tua biologis, anda mungkin tidak pernah mengetahui bahwa anda membawa gen tersebut.
    Dalam gen dominan-resesif, mata coklat, rabun dekat dan lesung pipi lebih dominan dibanding mata biru, rabun jauh dan bintik bintik di wajah. Meskipun demikian bila anda mewarisi gen resesif bagi ciri diatas dari kedua orang tua biologis anda, ciri tersebut akan muncul. Ini sebabnya kedua orang tua yang berambut-coklat dapat memiliki anak berambut merah; masing masing orang tua membawa gen dominan rambut coklat dan gen resesif rambut merah. Oleh karena gen dominan menutupi gen resesif, kedua orang tua tersebut memiliki rambut berwarna coklat. Namun,si anak dapat mewarisi gen resesif untuk rambut merah dari masing masing orang tua biologisnya. Tanpa gen dominan yang menutupinya, gen resesif ini akan muncul dan membuat anak tersebut berambut merah.
      Namun, hubungan gen dan karakteristik merupakan hubungan yang kompleks. Bahwa ciri yang sederhana, seperti warna mata dan warna rambut, kemungkinan besar hasil dari beberapa gen. Mingkin lagi, banyak gen yang berbeda mempengaruhi karakteristik kompleks manusia, seperti kepribadian dan kecerdasan. Ilmuan munggunakan istilah pewarisan poligenik untuk menggambarkan  pengaruh dari beberapa gen terhadap prilaku.
·         Genetika Molekule
     Bidang genetika molekule melibatkan manipulasi gen dengan menggunakan teknologi untuk menentukan pengaruhnya atas perilaku. Saat ini terdapat antusiasme yang luar biasa terhadap penggunaan genetika molekule untuk menemukan lokasi gen tertentu yang menentukan kerentanan individu terhadap berbagai penyakit dan aspek lain dari kesehatan serta kesejahteraan (Kindle dkk.,2012; Riley dkk.,2012).
  • Pembiakan Selektif
     Pembiakan selektif adalah metode genetikan dengan organisme untuk reproduksi di pilih bedasarkan seberapa banyak ciri tertentu yang mereka tampilkan. Mendel mengmbangkan teknik ini dalam penelitiannya terhadap tanaman buncis.
   

 Penelitian mengenai pembiakan selektif memperlihatkan bahwa gen merupakan pengaruh penting bagi perilaku, namun hal in tidak berarti bahwa pengalaman tidak penting. Misalnya, dalam penelitian lain, tukus yang cerdas dan kurang cerdas di pelihara didalam satu atau dua lingkungan:
(1)   Lingkungan buruk dengan kandang yang terbuat dari kawat dan diletakkan di temat yang tandus,
(2)   Lingkungan subur yang memiliki terowongan,  tampilan visual/pemandangan, leleng dan objek lain menstimulasi (cooper & Zubeck., 1956).
    Ketika mencapai usia dewasa, hanya tikus yang
Kurang mampu mengatasi labirin dan di besarkan dalam lingkungan yang buruk yang membuat kesalahan lebih banyak dalam mempelajari labirin dibandingkan tikus yang cerdas.

  • Metode Asosiasi Luas-Genom
    Hasil dari Human Genome Project mendorong penggunaan metode asosiasi luas-genomuntuk mengidentifikasi variasi genetika yang terkait penyakit tertentu, seperti kangker, penyakit kardiovaskular, atau penyakit  Alzheimer (National Human Genome Research Institute, 2012). Untuk melakukan penelitian Asosiasi Luas-Genom, peneliti memperoleh dan mempelajari DNA dari individu yang menderita penyakit penyakit tersebut, Serta DNA dari individu lain yang sehat. Kemudian, setiap rangkaian DNA yang lengkap, atau genom, dari seorang partisipan, dimurnikan dari darah atau sel dan di pindai dengan mesin untuk menentukan penanda variasi genetika. Jika variasi genetika terjadi lebih sering pada individu yang memiliki penyakit tertentu, titi variasi pada area dalam genom manusia yang menyebabkan penyakit-tersebut akan ada.

·         Genetika Perilaku
    Genetika perilaku adalah studi yang mempelajari tentang tingkat dan adal dari pengaruh hereditas terhadap perilaku. Genetika perilaku tidak terlalu banyak di gunakan jika dibandingan dengan jenis penelitian genetika yang lain. Dengan menggunakan metode, seperti penelitian terhadap anak kebar, ahli genetika perilakumempelajatri sejauh mana individu dibentuk oleh hereditas dan lingkungan mereka (Kaplan, 2012;Maxson,2013).

·         Gen dan Lingkungan
     Peran genetika dalam beberapa karakteristik terlihat jelas; misalnya, seberapa tinggi badan anda tergantung seberapa tinggi badan orang tua anda. Namun, bayangkan individu yang tumbuh dalam lingkungan dengan nutrisi yang buruk, tempat tinggal yang kurang layak, pelayanan kesehatan yang minim atau bahkan tidak ada, dan seorang ibu yang tidak pernah mendapatkan perawatan sebelum melahirkan. Individu ini mungkin memiliki gen yang adapat membuatnya menjadi pemain NBA atau WNBA, namun tampa dukungan lingkungan bagi kemampuan genetika ini, ia mungkin tidak adapat mencapai tinggi badan seperti yang telah terprograrm oleh genetika tersebut.

2.3 Kaitan Dasar Dasar Biologis dari Psikologi dengan Kesehatan dan Kesejahteraan.
     Komponen dalam sistem saraf memainkan peran penting bagi kesehatan dan kesejahteraan kita.
Ø  Stres adalah respons individu terhadap stresor, stresor adalah faktor bagi perubahan tersebut –yaitu kondisi dan kejadian yang mengancam organisme. Respons tubuh terhadap stressecara umum merupakan fungsi dari aktivitas sistem saraf simpatikyang menyiapkan kita untuk bertindak menghadapi ancaman.
Ø  Stres akut adalah sebuah respons adaptif, sedangkan Stres kronis dapat menimbulkan konsekuensi negatif bagi tubuh kita.

BAB III
PENUTUP
      3.1  Kesimpulan        
Dasar-dasar biologis dari psikologi merupakan pemaparan berbagai fakta yang adad dari seluruh sistem saraf, meliputi otak, cara kerja neurotransmiter yang komplesk , sistem endokrin dan gen kita. Realitas fisik tubuh kita ini bekerja secara bersama sama untuk menghasilkan perilaku, pikiran dan perasaan kita.

      3.2  Saran      
      Aktivitas ayang anda lakukan setiap hari seluruhnya merupakan petanda atas kberhasilan sistem fisik ini. Jadi, jagalah kesehatan anda dan kurangi segala hal yang menebakan terganggunya fisik anda.



0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda