Dasar Dasar Biologis dari Prilaku 2 /LisanaSh
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perilaku dimulai dari mengedipkan mata sampai
bermain bola sampai menulis, tergantung pada integrasi banyak proses yang
terjadi dalam tubuh. Integrasi ini dilakukan oleh saraf dengan bantuan sistem
endokrin.
Banyak aspek dari perilaku dan fungsi mental dapat dipahami secara lebih
baik dengan mengetahui proses biologi dasar. Sistem saraf kita, organ indra,
otot dan kelenjar memungkinkan kita mengetahui dan menyesuaikan diri dengan
lingkungan. Banyak dari perilaku dimotivasi oleh kebutuhan tertentu seperti
rasa lapar, rasa haus dan menghindari kelelahan atau nyeri.
karakteristik
itu. Yang paling signifikan otak sendiri dapat diubah oleh pengalaman.ketika
Anda belajar keterampilan baru atau membuat suatu kebiasaan berpikir positif,
sebenarnya Anda sedang membuka jalur otak yang baru. Dalam makalah ini akan
dibahas mengenai otak dan menelusuri dasar-dasar biologis yang penting dari
perilaku manusia. Tujuan makalah ini adalah menerangkan tentang dasar-dasar
biologis perilaku 2.
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1 Jelaskan tentang
sistem endokrin?
1.2.2 Bagaimana hubungan
genetika dan perilaku?
1.2.3 Bagaimana kaitan
dasar dasar biologis dari psikologi dengan kesehatan dan kesejahteraan?
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui
tentang sistem endokrin.
1.3.2 Untuk mengetahui
tentang hubungan genetika dan prilaku.
1.3.3 Untuk mengetahui dasar dasar biologis dari
psikologi dengan kesehatan dan kesejahteraan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sistem
Endokrin
Sistem saraf
bekerja sama dengan sistem tubuh lain yaitu sistem endokrin. Sistem endokrim
terdiri dari seperangkat kelenjar yang mengatur aktivitas dari organ tertentu
dengan cara melepaskan hasil zat kimianya ke dalam aliran darah. Kelenjar
adalah organ atau lapisan di dalam tubuh yang memprouksi zat kima yang
mengontrol berbagai fungsi/aktivitas tubuh. Kelenjar endokrin terdiri dari
kelenjar pituitari, kelenjar tiroid dan paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas,
ovarium pada wanita dan testis pada pria. Pembawa zat kiam yang di hasilkan
oleh kelenjar kelenjar ini di sebut hormon .
Aliaran darah membawa hormon ke seluruh bagian tubuh, dan membran
dari setiap sel memiliki reseptor untuk satu atau beberapa hormon.
a. Kelenjar Putuitari
Kelenjar yang serukuran biji kacang
hijau yang terletak tepat di bawah hipotalamus, bertugas pengontrol pertumbuhan
dan mengatur kelenjar yang lain. Bagian anterior (depan) dari putuitaridikenal
sebagai kelenjar master karena hampir semua hormon yang di hasilkannya
mengarahkan aktifitas dari kelenjar yang menjadi target di seluruh tubuh. Pada
gilirannya, kelenjar putuitari anterior dikontrol oleh hipotalamus.
b. Kelenjar adrenal
Terletak di atas setiap ginjal,
bertugas mengantur suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan mengatasi stres.
Setiap kelenjar adrenal mengeluarkan epinefrin (disebut juga adrenalin) dan
norepinefrin (disebut juga noradrenalin). Tidak seperti kebanyakan hormon,
epinefrin dan norepinefrin bertindak cepat. Epinefrin membantu membantu
individu merasa siap untuk keadaan darurat dengan menyiapkan otot,jantung,
perut,usus dan kelenjar keringat. Selain itu, epinefrin menstimulasi formasi
retikuler, yang pada gilirannya membangkitkan sistem saraf simpatik, dan sistem
ini secara bergantian membangkitkan kelenjar adrenal untuk menghasilkan lebih
banyak epinefrin.
Norepinefrin juga
membuat indifidu siap dalam situasi darurat dengan cara berinteraksi dengan
pituitari dan hati. Anda mungkin mengangat fusngsi neropinerin sebagai
neurotranmiter ketika dilepaskan oleh neuron. Pada kelenjar adrenal,
norepinefrin dilepaskan sebagai hormon. Pada kedua hal ini, norepinefrin
mengirimkan informasi pada kasus pertama, ke neuron ; pada kasus ke dua ke
kelenjar (Brooker dkk., 2010). Aktivitas kelenjar adrenal memainkan peran
penting didalam stres dan kesehatan fisik (Dougal dk., 2013).
c. Pankreas
Terletak di bawah perut, merupakan
kelenjar yang menjalankan dua fungsi/ aktuvitas sekaligus, yaitu pencernaan dan
endokrin. Bagian pankreas yang menjalankan fungsi endokrin menghasilkan
sejumlah hormon, termasuk insulin. Bagian pankreas ini, pulau Langerhans, sibuk
mengeluarkan hormon seperti sebuah pabrik kecil. Insulin merupakan hormon
penting yang mengntrol tingkat glukosa (kadar gula darah) dalam tubuh dan
terkait dengan metabolisme, berat tubuh, dan obesitas.
d. Ovarium
Terletak di panggul pada kedua sisi uterus pada wanita, dan tetis, terletak
pada skrotum pada pria, yang terkait dengan seks,dengan kelenjar endokrin yang
memproduksi hormon terlibat dalam perkembangan seksual. Kelenjar ini juga
terlibat dalam karakteristik dan perilaku lain.
Ilmuan saraf menemukan bahwa sistem
saraf dan sistem endokrim saling terkoneksi dengan erat. Mereka mengetahui
bahwa hipotalamus pada otak menghubungkan sitem saraf dan sistem endokrin dan
bahwa ke dua sistem tersebut saling berkerja sama untuk mengontrol aktivitas
tubuh (Boonen dkk., 2010). Mari ingat kembali bahwa sistem saraf otonom
mengatur proses prose, seperti respirasi, detak jantung dan pencernaan. Sistem
saraf otonom bertindak pada kelenjar endokrin untuk memprodkuksi sejumlah
reaksi fisiologi pentig terhadap emosi yang kuat, seperti rasa takut dan marah.
Sistem endokrin sangat berbeda dari
sistem saraf dalam berbagai hal. Bagian dari sistem endokrin tidak semuanya
terkoneksi seperti bagian dari sistem saraf. Perbedaan lain, sistem endokrin
bekerja lebih lamban dari pada sistem saraf, karena hormon di angkut dalam
sistem saraf kita melalui sistem sirkulasi. Jantung kita melakukan kerja luar
biasa untuk memompa darah ke seluruh tubuh, namun pergerakan darah jauh lebih
pelan dibanding aliran impuls neural pada jalur cepat sistem saraf.
2.1.1 Genetika
dan Perilaku
Sebagai tambahan bagi otak dan
sistem saraf, aspek lain dari fisiologis juga memiliki pengaruh bagi proses
proses psikologis. Gen, poin utama dalam bagian ini, merupakan kontributor
penting bagi proses ini (Belk & Maier, 2013). Pengaruh faktor nature
(faktor genetika internal kita) dan narture (pengalaman eksternal kita)
terhadap karakteristik psikologi telah lama mernarik perhatian psikologi.
• Kromosom, Gen dan DNA
Dalam tubuh manusia terdapat triliunan
sel. Nukleus dari setiap sel manusia mengandung 46 kromosom, struktur seperti
pegas yang terdiri dari 23 pasangan, dengan satu bagian dari setiap pasangan
berasal dari masing masing orang tua biologis. Kromosom mengandung zat
deoxyribonucleic acid (DNA), melekul kompleks yang membawa informasi genetika.
Gen, unit informasi herefitas, adalah bagian pendek dari kromosom yang tersusun
atas DNA.
Hubungan
antara sel, kromosom, gen, dan DNA diilustrasikan di gambar dibawah.
Gen mempunyai kode untuk menciptakan
protein yang terdiri dari asam amino yang membentuk dasar bagi segala hal yang
dilakukan oleh tubuh kita. Secara khusus, gen mengarahkan dan mengatur produksi
protein. Meskipun setiap sel dalam tubuh kita berisi komplemen lengkap dari gen
kita, gen lain juga aktif di dalam masing masing sel. Banyak gen mengodekan
protein yang unik bagi sel tertentu dan memberikan identitas bagi sel tersebut.
• Penelitian tentang Genetika
Secara historis, genetika merupakan ilmu
yang relatif baru. Ilmu ini bermula pada abat pertengahan ke-19, ketika
biarawan berkembangsaan austria, Gregor Mendel, mempelajari hereditas pada
generasi tanaman buncis. Dengan menyilangkan tanaman yang memiliki
karakteristik berbeda dan mencatat karakteristik yang dihasilkan oleh
penyilangan ini, Mendel menemukan pola hereditas yang dapat di prediksi, dan
dari hal itulah, ia meletakkan dasar bagi ilmu genetika modern.
Mendel menyatakan bahwa beberapa gen
terlihat lebih sering muncul di bandingkan gen lain dalam karakteristik fisik
organisme. Dalam beberapa pasang gen, terdapat satu gen yang dominan terhadap
gen yang lain. Jika salah satu gen dari suatu pasangan brsifat dominan, dan
salah satu gen bersifat resesif, prinsip gen dominan-resesif akan muncul, yang
berarti bahwa gen yang dominan akan menutupi gen yang resesif-yaitu gen resesif
tidak akan muncul. Gen resesif ini akan dapat menunjukan pengaruhnya jika kedua
gen dalam satu pasangan sama sama resesif. Jika anda mewarisi gen resesif hanya
dari satu orang tua biologis, anda mungkin tidak pernah mengetahui bahwa anda
membawa gen tersebut.
Dalam gen dominan-resesif, mata coklat,
rabun dekat dan lesung pipi lebih dominan dibanding mata biru, rabun jauh dan
bintik bintik di wajah. Meskipun demikian bila anda mewarisi gen resesif bagi
ciri diatas dari kedua orang tua biologis anda, ciri tersebut akan muncul. Ini
sebabnya kedua orang tua yang berambut-coklat dapat memiliki anak berambut
merah; masing masing orang tua membawa gen dominan rambut coklat dan gen
resesif rambut merah. Oleh karena gen dominan menutupi gen resesif, kedua orang
tua tersebut memiliki rambut berwarna coklat. Namun,si anak dapat mewarisi gen
resesif untuk rambut merah dari masing masing orang tua biologisnya. Tanpa gen
dominan yang menutupinya, gen resesif ini akan muncul dan membuat anak tersebut
berambut merah.
Namun, hubungan gen dan karakteristik
merupakan hubungan yang kompleks. Bahwa ciri yang sederhana, seperti warna mata
dan warna rambut, kemungkinan besar hasil dari beberapa gen. Mingkin lagi,
banyak gen yang berbeda mempengaruhi karakteristik kompleks manusia, seperti
kepribadian dan kecerdasan. Ilmuan munggunakan istilah pewarisan poligenik
untuk menggambarkan pengaruh dari beberapa gen
terhadap prilaku.
·
Genetika Molekule
Bidang genetika molekule melibatkan
manipulasi gen dengan menggunakan teknologi untuk menentukan pengaruhnya atas
perilaku. Saat ini terdapat antusiasme yang luar biasa terhadap penggunaan
genetika molekule untuk menemukan lokasi gen tertentu yang menentukan
kerentanan individu terhadap berbagai penyakit dan aspek lain dari kesehatan
serta kesejahteraan (Kindle dkk.,2012; Riley dkk.,2012).
- Pembiakan Selektif
Pembiakan selektif adalah metode genetikan
dengan organisme untuk reproduksi di pilih bedasarkan seberapa banyak ciri
tertentu yang mereka tampilkan. Mendel mengmbangkan teknik ini dalam
penelitiannya terhadap tanaman buncis.
Penelitian mengenai pembiakan selektif
memperlihatkan bahwa gen merupakan pengaruh penting bagi perilaku, namun hal in
tidak berarti bahwa pengalaman tidak penting. Misalnya, dalam penelitian lain,
tukus yang cerdas dan kurang cerdas di pelihara didalam satu atau dua
lingkungan:
(1) Lingkungan buruk dengan
kandang yang terbuat dari kawat dan diletakkan di temat yang tandus,
(2) Lingkungan subur yang
memiliki terowongan, tampilan
visual/pemandangan, leleng dan objek lain menstimulasi (cooper & Zubeck.,
1956).
Ketika mencapai usia dewasa, hanya tikus
yang
Kurang mampu mengatasi
labirin dan di besarkan dalam lingkungan yang buruk yang membuat kesalahan
lebih banyak dalam mempelajari labirin dibandingkan tikus yang cerdas.
- Metode Asosiasi Luas-Genom
Hasil dari Human Genome Project mendorong
penggunaan metode asosiasi luas-genomuntuk mengidentifikasi variasi genetika
yang terkait penyakit tertentu, seperti kangker, penyakit kardiovaskular, atau
penyakit Alzheimer (National Human
Genome Research Institute, 2012). Untuk melakukan penelitian Asosiasi
Luas-Genom, peneliti memperoleh dan mempelajari DNA dari individu yang
menderita penyakit penyakit tersebut, Serta DNA dari individu lain yang sehat.
Kemudian, setiap rangkaian DNA yang lengkap, atau genom, dari seorang
partisipan, dimurnikan dari darah atau sel dan di pindai dengan mesin untuk
menentukan penanda variasi genetika. Jika variasi genetika terjadi lebih sering
pada individu yang memiliki penyakit tertentu, titi variasi pada area dalam
genom manusia yang menyebabkan penyakit-tersebut akan ada.
·
Genetika Perilaku
Genetika perilaku adalah studi yang
mempelajari tentang tingkat dan adal dari pengaruh hereditas terhadap perilaku.
Genetika perilaku tidak terlalu banyak di gunakan jika dibandingan dengan jenis
penelitian genetika yang lain. Dengan menggunakan metode, seperti penelitian
terhadap anak kebar, ahli genetika perilakumempelajatri sejauh mana individu
dibentuk oleh hereditas dan lingkungan mereka (Kaplan, 2012;Maxson,2013).
·
Gen dan Lingkungan
Peran genetika dalam beberapa
karakteristik terlihat jelas; misalnya, seberapa tinggi badan anda tergantung
seberapa tinggi badan orang tua anda. Namun, bayangkan individu yang tumbuh
dalam lingkungan dengan nutrisi yang buruk, tempat tinggal yang kurang layak,
pelayanan kesehatan yang minim atau bahkan tidak ada, dan seorang ibu yang
tidak pernah mendapatkan perawatan sebelum melahirkan. Individu ini mungkin
memiliki gen yang adapat membuatnya menjadi pemain NBA atau WNBA, namun tampa
dukungan lingkungan bagi kemampuan genetika ini, ia mungkin tidak adapat
mencapai tinggi badan seperti yang telah terprograrm oleh genetika tersebut.
2.3 Kaitan Dasar Dasar
Biologis dari Psikologi dengan Kesehatan dan Kesejahteraan.
Komponen dalam sistem saraf memainkan
peran penting bagi kesehatan dan kesejahteraan kita.
Ø Stres adalah respons individu terhadap stresor, stresor adalah faktor bagi
perubahan tersebut –yaitu kondisi dan kejadian yang mengancam organisme.
Respons tubuh terhadap stressecara umum merupakan fungsi dari aktivitas sistem
saraf simpatikyang menyiapkan kita untuk bertindak menghadapi ancaman.
Ø Stres akut adalah sebuah respons adaptif, sedangkan Stres kronis dapat menimbulkan
konsekuensi negatif bagi tubuh kita.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dasar-dasar biologis dari
psikologi merupakan pemaparan berbagai fakta yang adad dari seluruh sistem
saraf, meliputi otak, cara kerja neurotransmiter yang komplesk , sistem
endokrin dan gen kita. Realitas fisik tubuh kita ini bekerja secara bersama
sama untuk menghasilkan perilaku, pikiran dan perasaan kita.
3.2 Saran
Aktivitas ayang anda
lakukan setiap hari seluruhnya merupakan petanda atas kberhasilan sistem fisik
ini. Jadi, jagalah kesehatan anda dan kurangi segala hal yang menebakan
terganggunya fisik anda.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda